Belum Ada Cawapres, Koalisi Jokowi Bahas Visi Misi -->
Cari Berita

Advertisement

Belum Ada Cawapres, Koalisi Jokowi Bahas Visi Misi

Minggu, 05 Agustus 2018

Foto: Jokowi bersama Koalisi di istana negara (detik.com)

Indikatorsumbawa.com - Sembilan sekjen partai politik (parpol) pengusung Joko Widodo (Jokowi) sepakat untuk membentuk tim yang terdiri dari anggota masing-masing partai. Tim yang berjumlah 27 orang itu akan membahas visi-misi Jokowi dan pasangannya hingga sejumlah agenda strategis ke depan. (detik.com)

"Nanti sudah kita perluas karena konsepsi dasar sudah kami selesaikan terkait struktur dan juga agenda bersama dan juga koneksitas antara Nawacita pertama, kedua dan visi 2045. Maka kemudian tiap sekjen membawa 3 orang yang satu itu untuk di war room kemudian satu orang untuk pendalaman visi misi Presiden dan satu orang untuk agenda strategis ke depan," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (5/8/2018).

Selain tim tersebut, para sekjen juga sepakat untuk membentuk sejumlah direktorat. Salah satu direktorat akan membawahi para relawan.

"Dalam struktur tim kampanye semua harus solid dan koordinasi berjalan lebih efektif. Karena itulah ada direktorat khusus untuk menangani para relawan," ujarnya.

Hasto mengatakan seluruh tim pemenangan kali ini akan lebih terorganisir. Hal ini disebabkan Pileg dan Pilpres yang diselenggarakan secara serentak.

"Semua satu kesatuan tim kampanye. Karena ini berbeda dengan yang lalu. Kalau dulu kan Pileg, Pilpres terpisah. Sekarang kan jadi satu. Sehingga diperlukan tim yang solid handal efektif untuk mengorganisir seluruh komponen rakyat di dalam pemenangan Pilpres tersebut. Karena itulah ini harus satu komando dengan direction yang cukup jelas," ujarnya.

Langkah cepat yang di tempuh koalisi Jokowi sebagai bentuk solidaritis koalisi, seperti yang kita ketahui bersama bahwa pendaftaran calon presiden sudah di buka dari tanggal 4 sampai 10 agustus 2018.

Namun dalam bayang-bayang siapa cawapres Jokowi, kita nantikan, sudah minus lima hari, semoga pertanyaan publik segera terjawab.

Reporter : Muslimin
Editor      : Syamsul B