Falsafah Sabalong Samalewa Vs ideologi Sosialis-Komunisme: Refleksi Tentang Identitas -->
Cari Berita

Advertisement

Falsafah Sabalong Samalewa Vs ideologi Sosialis-Komunisme: Refleksi Tentang Identitas

Selasa, 14 Agustus 2018

Foto: Poster Falsafah Sabalong Samalewa Vs ideologi Sosialis-komunisme. 

Indikatorsumbawa.com - Manusia terlahir atas dasar rasa syukur yang di miliki berkat kekuatan akal dan pikiran. Melalui akal dan pikiran manusia mampu menciptakan bahkan merubah dunia.

Jika ada tulisan yang coba membatasi pikirin lewat tulisan ini, penulis ingin mengatakan bahwa pikiran manusia tidak di batas, sangatlah luas, bahkan oleh ruang dan waktupun tidak mampu mengukur pikiran manusia.

Banyak contoh kongkrit di dunia ini tentang buah hasi pemikiran manusia, ada yang di sebut dengan ideologi, ada yang di sebut pula dengan falsafah.

Lewat tulisan ini, saya tidak ingin mendebatkan perbedaan falsafah dan ideologi, bagi penulis, nilai substansial dan nilai kebermanfaatannya bukan di situ, namun bagaimana cara kerjanya dari hasil pemikiran itu.

Dalam tulisan ini, saya coba membandingkan, dua pemikiran berbeda tentang Falsafah Sabalong Samalewa sebagai identitas orang atau tau samawa dengan ideologi dunia Sosialis-komunisme serta bagaimana cara kerjanya.

Sabalong Samalewa adalah Falsafah yang menjadi identitas orang sumbawa atau suku samawa tepatnya di kabupaten sumbawa. Secara epistimologi sabalong samalewa tidak ada deklarasi kapan lahir dan mulai munculnya falsafah ini, namun ini adalah konsensus bersama bahawa sabalong samalewa adalah cara pandang kami sebagai orang sumbawa.

Secara etimologi, Sabalong samalewa berangkat dari dua kata, sabalong yang artinya memperbaiki atau saling mengingatkan, sedangkan samalewa yang artinya saling menyimbangi. Jika di satu dua kata itu akan memunculkan kan kata kesimpulan bahwa orang sumbawa dalam menjalankan kehidupan suku adat dan budaya mereka salulu saling memperbaiki atau mengingatkan serta saling menyimbangi urusan dunia dan akherat.

Namun, apakah selama ini falsafah sabalong samalewa di jalankan oleh orang sumbawa, tentu dalam kajian ini, kita akan lihat dalam aspek aksiologisnya. Pertama yang perlu kita ketahui pada masa kesultanan, orang sumbawa mengenal kelas sosial, kelas sosial di bagi 2 golongan yaitu kelas atas terdiri dari, Dea yang artinya Raja, Datu yang artinya Ratu, Daeng artinya pangeran, putra sang raja, lalu dan lala di peruntukkan sanak keturunan Raja. Adapun untuk kelas bawah ada isitilah Ulin atau pembantu.

Kedua, korelasi antara Falsafah sabalong samalewa dengan kelas Sosial suku sumbawa, sebuah hipotesa penulis, pada masa kesultanan orang sumbawa belum mengenal istilah sabalong samalewa, bagi penulis sabalong samalewa muncul pada zaman modern, sehingga sabalong samalewa adalah anti tesis dari kelas sosial pada kesultanan atau raja, sehingga sebuah sintesis, sekarang orang sumbawa sudah menjalankan serta menginternalisasi sebuah falsafah sabalong samalewa sebagai pandangan hidup orang sumbawa.

Namun, bagaimana dengan ideologi dunia yang sangat terkenal ini, yaitu Sosialis-komunisme. Apa itu sosialis komunisme?

Komunisme lahir atau muncul pada abad ke 19 yang di pelopori oleh sang filsuf terkenal yaitu Carl Marx. Marx adalah sosok jenius yang memuncul ideologi komunisme.

Komunisme yang di maksud dalam tulisan ini adalah penghapusan kelas sosial, dengan arti semua orang sama, baik di hadapan politik, hukum, sosial dan budaya.

Ideologi komunisme adalah anti tesis dari Kapitalisme yang sangat terkenal dengan kelas sosialnya, kelas sosial atas yang di sebut borjois sedangka kelas bawah atau rendah di sebut proletar.

Komunisme lahir untuk menghancurkan kelas-kelas itu, namun pertarungan itu masih tetap berlanjut sampai sekarang, sehingga perkembangan komunisme saat ini dengan sebutan sosialis atau pemikiran kiri yang di pelopori oleh Lenin saat revolusi bolsevik pada tanggal 7 November 1917 di Rusia untuk menghapus sistem kerajaan di Rusia yang di sebut Uni Soviet pada masanya.

Lalu apa korelasi antara sabalong Samalewa dengan Sosialis-komunisme. Penulis ingin mengatakan bahwa Sama-sama muncul untuk mengatasi sebagai anti tesis penghapusan kelas sosial menjadi tanpa kelas, sehingga kita sama hak dalam berpolitik, di hadapan hukum dalam kontek ke indonesiaan.

Sama - sama muncul pada masa modern sebagai kekuatan dalam menjalankan sebuah kehidupan sosial, politik maupun budaya dalam menyatukan tujuan.

Penulis juga ingin menambahkan bahwa tentu banyak lagi perbedaan di antara kedua pemikiran ini, salah satunya sebut saja, sabalong samalewa masih mengenal tentang kosep keberTuhanan seperti dalam kata Samalewa, untuk menyimbangi dunia dan akherat. Sedangkan sosialis-komunisme, tuhan adalah ideologi itu sendiri, selain itu semuanya hanyalah candu, menghambat kemajuan dalam diri manusia.

Penulis: Muslimin