Kepribadianmu Mempengaruhi Efektivitas Organisasimu, Benar Atau Tidak ? -->
Cari Berita

Advertisement

Kepribadianmu Mempengaruhi Efektivitas Organisasimu, Benar Atau Tidak ?

Selasa, 14 Agustus 2018

Foto: Ilustrasi, anneahira.com

Indikatorsumbawa.com - Tulisan ini sudah diterbitkan pada seminar nasional call for paper Optimalisasi peran keluarga dan tumbuh kembang anak 24 maret 2018.

Peningkatan efektivitas fungsi organisasi telah menjadi suatu perhatian khusus semua organisasi baik itu publik maupun swasta. Peningkatan efektivitas fungsi organisasi dikenal sebagai organizational citizenship behavior (OCB) dalam kajian ilmu psikologi. Menurut Ibrahim & Aslinda (2014) menjelaskan bahwa dalam efektivitas dari fungsi organisasi memunculkan perilaku individu yang tidak langsung dikenali dalam system kerja. Untuk meningkatkan efektivitas banyak organisasi melakukan berbagai macam cara salah satunya yakni; memberikan pengakuan kepada anggotanya dan adanya penghargaan tambahan dalam setiap kinerjanya.

Peran OCB dalam organisasi memberikan hasil yang optimis bagi organisasi menurut Rashid & Khan (2012). Hasil optimis yang didapat dilihat juga dari keterlibatan kerja individu dalam organisasi. Adanya keterlibatan individu tersebut sangat membantu efektivitas organisasi dalam menjalankan fungsinya, namun yang menjadi salah satu titik tekan individu dalam organisasi yakni sikap.

Sikap menjadi salah satu hal yang penting dilihat dalam mengkorelasikannya dengan peningkatan fungsi organisasi atau OCB. Perbedaan sikap individu berpengaruh terhadap OCB di luar adanya budaya lain (Ueda, 2011). Sikap yang menjadi salah satu hal untuk menunjang efektivitas organisasi menjadi perhatian dalam hal kepribadian. Sejumlah penelitian dilakukan tentang kepribadian dan efektivitas tenaga kerja dalam organisasi  yang memiliki hasil adanya hubungan antara kepribadian dengan sikap untuk menunjang efektivitas organisasi (Anonymous, 2012).

Kepribadian mengacu pada bagaimana individu berpikir, merasakan, bersikap, dan beperilaku. Berbagai macam penelitian telah dilakukan yang memunculkan lima kepribadian besar (big five personality) dan digunakan untuk menggambarkan karakteristik dan sifat dari kepribadian. Big five memetakan kepribadian dengan berbagai perilaku ke dalam lima hal utama yakni; openness to experience (keterbukaan individu terhadap hal-hal baru), conscientiousness (sikap berhati-hati dalam melakukan suatu hal), extraversion (tingkat kenyamanan seseorang berinteraksi dengan orang lain), agreeableness (menghindari konflik dan patuh pada atasan), neuroticism (stabilitas emosi yang cenderung negative), dan menawarkan bahasa umum sebagai sumber untuk mengetahui diri sendiri dan orang lain (Dale & Harrison, 2017).

Berbagai macam penelitiann telah dilakukan antara efektivitas fungsi organisasi yang dilihat dari kepribadian. Dari kelima dimensi kepribadian big five, conscientiousness yang paling banyak memiliki hubungan dengan OCB berdasarkan berbabagai macam penelitian dengan setting tempat yang berbeda. Sedangkan openness to experience merupakan dimensi yang paling sedikit hubungannya dengan OCB. Namun, openness to experience dan extarversion bukan hanya menjadi prediktor terhadap OCB tetapi juga menjadi mediasi dalam hubungan antara agreablenness, conscientiousness dengan OCB.

Berdasarkan hasil hubungan antara keduanya maka implikasi yang dapat dimunculkan yakni setiap organisasi publik maupun swasta yang ingin meningkatkan efektivitas fungsi dari organisasinya harus melihat bagaimana kepribadian dari masing-masing karyawannya.

Penulis : Fuad Ardiansyah