Seni Bela Diri Keraci, Din: Kita Merawatnya -->
Cari Berita

Advertisement

Seni Bela Diri Keraci, Din: Kita Merawatnya

Rabu, 08 Agustus 2018

Foto: Seni bela diri Keraci 

Indikatorsumbawa.com - Sanggar seni keraci Desa Kakiang melakukan latihan rutinitas sebagai wujud pelestarian budaya adat Sumbawa, kakiang, Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Rabu (08/08/18).

H.Sahabuddin ,S.Sos ,M.Si sapaan Din adalah pembina sanggar seni karaci, saat di hubungi oleh indikator sumbawa news mengatakan bahwa sanggar seni karaci ini sudah berdiri sejak 2004 sebagai bentuk melestarikan budaya Sumbawa.

"Karaci adalah seni bela diri tradisonal mas, kita sebagai pemuda harus menjaga itu sebagai bentuk peninggalan nenek moyang kita, sanggar ini telah berdiri 14 tahun yang lalu," terangnya.

Seni bela diri karaci, bukti nyata pada masa kerajaan atau kesultanan sumbawa menyiapkan para petarung-petarung untuk menjaga dan mengamankan kesultanan dan wilayah.

Din melanjutkan bahwa sanggar seni ini hanya di peruntukkan untuk kalangan laki-laki, khusus pemuda 20 sampai 30 tahun.

"keraci hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki yang sudah balig, kisar usia 20 sampai 30 tahun, karena pada usia itu sudah di bilang dewasa dan mampu mengendalikan emosinya, sebab ini permainan fisik, " terangnya.

Foto: latihan sanggar bela diri keraci di depan istana dalam loka. 

Selain itu, Din juga menambahkan bahwa saat ini ada 25 anggota dari berbagai usia sedangkan sanggar ini latihan 2 kali sebulan, namun kalau ada turnamen bisa sampai 2 kali seminggu.

Baca juga: Balapan Ayam, Desa Berare Penuh Dengan Budaya

"iya, betul mas, anggota kita saat ini berjumlah 25 orang sedangkan kita latihan 2 kali dalam sebulan, namun kalau ada turnamen bisa sampai 2 kali seminggu," ungkapnya.

Din, juga menambahkan bahwa tentang pentingnya seni bela diri keraci bagi Suku Samawa.

"bela dirinya sangat penting mas, bahkan sudah mendarah daging untuk di pertahankan, sekali lagi sangat penting, sebagai wujud pelestarian budaya," ujar Din.

Din juga berharap agar generasi muda saat ini lebih memperhatikan budaya tradisonal.

"yang saya lihat saat ini, pemuda mengikuti zaman, terutama budaya barat seperti amerika, eropa, jepang serta K-pop/drama, ikut boleh-boleh aja, jangan lupa di filter, namun cukup di jadikan pengetahuan aja, sedangkan budaya nenek moyang kita lupakan, untuk itu saya mengajak pemuda-pemuda samawa untuk melestarikan budaya," ungkapnya dengan nada menggebuh.

Reporter : Muslimin
Editor      : Robby R