ABG (Abon Gapit) Kembali Dipasarkan KKN UTS Desa Gapit Di Acara Kejurnas Cross Lapote Gapit -->
Cari Berita

Advertisement

ABG (Abon Gapit) Kembali Dipasarkan KKN UTS Desa Gapit Di Acara Kejurnas Cross Lapote Gapit

Rabu, 05 September 2018


Foto: Masiswa kkn UTS bersama masyarakat dan polres Sumbawa. 
Indikatorsumbawa.com  Mahasiswa KKN Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) jadikan acara Kejurnas Cross sebagai ajang promosi produk olahan ikan nila, setelah kemarin launching di lapangan Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Rabu (05/09/18). 

Produk olahan ikan nila yang dibuat berupa abon ikan nila yang diberinama ABG (Abon Nila Gapit).

Stand tenda didirikan untuk mendukung promosi ini dan tak lupa produk abon ABG sendiri hadir, pada promosi kali ini, varian ABG telah bertambah s0atu, yaitu ABG Hot. Ini tercipta dari beberapa survey pasar yang merekomendasikannya. 

Sebelumnya, Mahasiswa KKN Kelompok 3 Universitas Teknologi Sumbawa mengadakan pelatihan sebelum di produksinya ABG ini, pada jumat, 10 agustus 2018 lalu. Pelatihan pembuatan abon tersebut bersama dengan ibu-ibu PKK Desa Gapit, yang terdiri dari Dusun Gapit, Dusun Abadi, dan Dusun Nyerinying.

Pelatihan ini digelar untuk memaksimalkan potensi desa yang ada. Karena menurut survey yang telah kami lakukan dan pemaparan dari Pak Syamsul Anwar, selaku kepala desa Gapit, banyak sekali potensi yang ada di desa ini, terlebih pada ikan nilanya. Menurut beliau masyarakat bisa memperoleh 30 sampai 40 kg per hari.

Menurut Puja Aristimaryani, selaku penanggung jawab membeberkan resep pembuatan abon nila cukup mudah. 

"Bahan-bahan yang diperlukan meliputi ketumbar, bawang merah dan bawang putih, laos, jahe, air asam, daun salam, garam, gula pasir dan penyedap," terangnya. 

kita mengguanakan presto dan mesin pengering minyak, sehingga nilai produksi lebih efektif, kata mahasiswi akutansi ini.
Kalau selama ini ikan nila hanya di pasarkan secara mentah saja, maka kali ini kita ingin meningkatkan nilai produk yang ada dengan membuatnya menjadi abon, sehingga para ibu PKK dapat pengahsilan lebih dan berdampak baik kepada desa gapit sendiri, Ujar Samsul Anwar selaku kades gapit.

Dalam proses kegiatan pelatihan pembuatan abon jumat itu, pihak BUMDes turut memegang  andil tentang modal awal produksi, karena nantinya BUMdes-lah yang akan memasarkan abon ikan nila tersebut, sebingga semua pihak desa terlibat dan kesejahteraan warga meningkat. Ini juga salah satu dari program BUMDes yaitu dari program one village one product  

Harapan kedepannya, semoga abon ikan nila ini disenangi oleh konsumen dan menjadi sector usaha yang menjanjikan ujar ibu Marrdiana. 

"selaku ketua PKK, oleh sebab itulah, acara kejurnas cross yang kebetulan juga di adakan di Desa Gapit, dimanfaatkan sebagai salah satu usaha lanjutan memperkenalkan pada masyarakat tentang product ABG ini," ucapnya. 

Selaras yang di sampaikan ibu Mardiana, ibu Siti Hartini juga berharap produk ini di kenal oleh semua orang. 

"harapannya product ABG dapat di kenal tidak hanya oleh masyarakat Desa Gapit saja atau Sumbawa, tapi oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar  ibu Siti Hartini, salah satu anggota pkk yang turut dalam produksi.

Pada acara kejurnas ini, banyak orang-orang, terutama dari peserta, datang dari beberapa provinsi dan pulau lain juga. Harapannya dari kegiatan ini nanti mampu membantu saudara kita korban gempa bumi. 

"Rencananya, promosi ini akan di adakan selama kejurnas oleh mahasiawa dan anggota ibu pkk secara bergantian. Beberapa mahasiswa juga berjalan menjajakan ABG dan ABG Hot kepada para penonton sembari penggalangan dana untuk korban gempa Sumbawa," ucapnya. 

Reporter: Robby Ridwan
Editor     : Muslimin