Aksi Aliansi BEM Se-NTB Berujung Ricuh, Mahasiswa Ditendang Hingga Pingsan -->
Cari Berita

Advertisement

Aksi Aliansi BEM Se-NTB Berujung Ricuh, Mahasiswa Ditendang Hingga Pingsan

Selasa, 25 September 2018

Foto: aliansi BEM se-NTB melakukan aksi di depan kantor DPRD provinsi Nusa Tenggara Barat. 
Indikatorsumbawa.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusa Tenggara Barat melakukan aksi di depan kantor DPRD provinsi NTB dalam rangka memperingati hari tani nasional.

Kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menjaga masa aksi dipertanyakan oleh Rahmat Eka Nurjuliansya sebagai kordinator lapangan aksi sekaligus korban.

Saat dihubungi oleh indikator sumbawa, Rahmat Eka Nurjuliansya menceritakan kronologis kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepada masa aksi, Selasa (25/09/18).

"Ketika kami sampai di gedung DPRD NTB. kami mendesak ketua atau wakilnya untuk keluar menemui kami. Tetapi yang keluar malah sub bagian umum, Oleh karenya, kami kembali memberi mereka waktu 5 menit untuk dapat mengeluarkan ketua atau wakilnya, Tetapi katanya di dalam lagi bahas visi-misi gubernur terpilih. Padahal, gubernur sudah balik duluan dari DPRD NTB. Kami dibohongi," ucapnya. 

Rahmat menerangkang bahwa setelah sekian lama menunggu kepastian dari anggota DPRD, masa aksi langsung menerobos masuk.

"Sehingga merasa dikibuli 3 orang massa aksi menerobos masuk, dan mereka dipukul mundur. Dan ketika melihat teman" dikasari aparat di dalam halaman DPRD, saya selaku koorlap masuk ingin melerai itu, Tetapi sesampai di dalam aksi saling dorong tak dapat dihindarkan, hingga tangan saya tak sengaja mengenai dagu aparat kepolisian, dan seketika dia langsung marah besar," terangnya. 

Kemudian Rahmat menceritakan kronologis aparat yang melakukan kekerasan selayaknya seorang preman. 

"Dia langsung menarik saya hingga kami terjatuh bersama. Ketika sudah tergeletak bersama, aparat itu teriak. Lalu aparat lain merespon dengan membuatkan pagar di depan saya untuk mencegah teman- teman menyelamatkan saya. Nah, disitulah kesempatan mereka menendang dan menginjak-injak saya yang sudah terjatuh di tanah, hingga akhirnya saya pingsan karena tak mampu menahan sakit di sekujur tubub bekas sepatu aparat," ujarnya. 

Reporter: Muslimin