PR Besar Bangsa Di Hari Tani -->
Cari Berita

Advertisement

PR Besar Bangsa Di Hari Tani

Senin, 24 September 2018

Fahri Hamzah memakai baju batik sedang berinteraksi bersama pedagang (foto: Fahri Hamzah/instagram).

Indikatorsumbawa.com - Hari ini 24 Sept, hari bagi hak-hak petani, dan sebagai anak yang dibesarkan dari jerih keringat seorang Ayah yang petani, saya mengucapkan selamat Hari Tani 2018, 75% masalah kebangsaan kita berpangkal pada ketimpangan kepemilikan, penguasaan dan pengelolaan tanah.

Tanggal 24 september kita peringati sebagai hari raya petani Indonesia, Presiden Sukarno melalui Kepres menjadikan tanggal disahkannya UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (UUPA 1960) sebagai hari nya kaum tani Indonesia.

Mengapa Tanggal pengesahan UUPA dijadikan hari tani karena objek dari apa yang disebut dalam pembukaan UUD45 dengan “..sebesar-besar kemakmuran rakyat..” sebagai amanah pengelolaan agraria dalam konstitusi adalah petani, pertanian adalah ruang dimana mayoritas rakyat bekerja.

UUPA disusun sejak tahun-tahun awal kemerdekaan hingga tahun 1960, para pendiri bangsa menujukkan kelasnya dalam perdebatan ideologis tentang cara pandang melihat manusia dan tanah, melalui UUPA mereka lakukan pembaruan dari hukum agraria kolonial menjadi hukum agraria nasional.

Struktur kepemilikan dan penguasaan yang berkeadilan sosial menjadi konsen utama. Karena itulah esensi Indonesia merdeka. Para penjajah mengangkangi harta milik rakyat termasuk tanah. Kini setelah merdeka, saatnya kepemilikan dikembalikan kepada rakyat Indonesia.

Berbagai UU turunan UUPA telah dibuat DPR sejak era reformasi, intinya mengatur bahwa tujuan paling mendasar dari reforma agraria adalah redistribusi tanah kepada petani kecil, buruh tani, penggarap, nelayan kecil, pembudidaya ikan kecil dan petambak garam kecil serta yang tak bertanah.

Isu reforma agraria memang lebih banyak didorong oleh gerakan petani, gerakan petani di Indonesia usianya sama dengan usia pergerakan kemerdekaan, ingatan kita segera menoleh pada peristiwa pemberontakan petani Banten 1888 sebagai tonggak awal gerakan rakyat.

Isu reforma agraria yang didorong oleh gerakan rakyat ini telah direspon dengan baik oleh negara, di antaranya DPR telah mengesahkan UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Sumber: Instagram (@Fahrihamzah)