Rupiah Melemah, DPD IMM NTB: Jokowi Harus Turun Tahta -->
Cari Berita

Advertisement

Rupiah Melemah, DPD IMM NTB: Jokowi Harus Turun Tahta

Rabu, 19 September 2018

Puluhan Masa Gerakan IMM Melakukan Aksi Pembakaran Ban di Depan Kantor DPRD Provinsi NTB

Indikatorsumbawa.com - Menjadi problem bagi perkembangan ekonomi bangsa, tercatat pada (17/09/2018) pukul, 22.55 Wita, 1 dolar US$ sama dengan Rp. 14.877,25.

Hutang Indonesia, sekarang mencapai, Rp. 4.849 Triliun atau US$. 352,2 Milyar yang dihitung menggunakan Kurs Rp. 13.769.

Melihat persoalan ini, memunculkan pertanyaan bagi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPD IMM NTB). 

IMMawan Syarif Hidayat, ketua bidang Hikamah DPD IMM NTB mengatakan, “pemerintah tentu akan menjawab aman karena ingin mengamankan kekuasaannya,” katanya.

Sebaliknya, dengan persolan itu, gerakan IMM mengatakan, bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik. Sebab menurut Syarif, dihitung dengan kurs Rp. 14.900 (angka normatif), jumlah hutang Indonesia sebesar Rp. 5.247 Triliun.

“Ini menjadi beban, bukan hanya untuk kita hari ini tapi untuk anak, cucu kita sebagai generasi bangsa nantinya,” Tegas Syarif Hidayat kepada Indikatorntb.com.

Oleh karena itu, kader IMM dibawah panji merah maron, tuntut pemerintah Jokowi-JK untuk perkuat ekonomi negara, hentikan impor dan mewujudkan kedaulatan pangan.

Tuntutan tersebut disampai Syarif Hidayat yang juga menjabat koordinator umum PC IMM Mataram dengan melakukan aksi di depan kantor DPRD Provinsi NTB, Rabu, (19/09/2018).

Selain itu, atas nama rakyat NTB, gerakan IMM juga menuntut pemerintahan untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar kualitas hidup masyarakat terjaga, dan menutut pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

Bahkan, selain meminta pemerintah untuk mevaluasi program nawacita Jokowi-JK, DPD IMM NTB meminta Jokowi untuk turun dalam jabatan sebagai presiden.

“Jika dolar masih me-raja maka jokowi harus turun tahta,” tegas Syarif Hidayat yang diketahui mahasiswa asal Bima ini.

Reporter : Syahrul Ramadhan
Editor      : Subhan Al-Karim
Sebelumnya di muat oleh indikatorntb.com