Sembilan Tahun Pemberi Harapan Anak Bangsa -->
Cari Berita

Advertisement

Sembilan Tahun Pemberi Harapan Anak Bangsa

Sabtu, 29 September 2018

Ilustrasi umbar janji (florspost.co).
Indikatorsumbawa.com - Gerakan sosial dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau perubahan yang ada  didalam masyarakat seperti struktur ataupun tatanan yang meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat. Sudah menjadi hal yang tak asing lagi dan memang pada dasarnya manusia dimuka bumi pasti akan mengalami perubahan-perubahan tertentu dalam hidupnya. Menurut Laode Ida suatu gerakan dapat dikatakan sebagai gerakan sosial apabila memiliki ciri-ciri yakni, 1. adanya upaya kolektif melakukan perubahan, 2. Adanya organisasi sebagai wadah gerakan , 3. Gerakan sosial tersebut melembaga serta memiliki gagasan yang alternatif menuju perubahan, 4.Aktivitas dan gerakannya terus menerus, 5. Memiliki identitas kolektif sebagia ciri, 6. Gerakan ini dilakukan oleh sekelompok orang, 7. Memiliki visi, misi, tujuan, ide, dan juga nilai sosial politik, 8. Mempertahankan, merubah, merebut, mengontrol, dan menjalankan kehidupan sosial politik, 9. Dilakukan secara sistematis dan terorganisir, 10.memiliki identitas kolktif dan alternatif perubahan. Salah satu gerakan sosial yang ada diIndonesia yakni GN-OTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh). Gerakan ini lahir karena masyarakat dihadapkan oleh ketidakadilan dan sikap sewenang-sewenang terhadap rakyat. Dengan kata lain gerakan sosial ini lahir karena menginginkan perubahan kebijaksanaan yang dinilai tidak adil oleh masyarakat.

Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) sudah ada sejak tahun 1998 atau lebih tepatnya pada tanggal 29 Mei 1998 yang dipayungi oleh presiden RI, tentang pendidikan dasar 9 tahun. Prinsip dari gerakan sosial ini yakni menggerakkan partisipasi masyarakat guna mensubsidi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, agar mereka dapat menamatkan pendidikan dasar 9 tahun. Program yang ditawarkan oleh GN-OTA saat ini seperti: “satu demi satu“ jika ada orang Indonesia yang membantu satu anak saja maka tidak akan ada lagi anak Indonesia yang berhenti sekolah karena masalah ekonomi. Dengan mendonasikan Rp198.000/tahun untuk anak-anak Sekolah Dasar dan Rp 258.000/tahun untuk anak-anak sekolah menengah pertama. Kita telah bersama-sama memberikan harapan yang baik untuk anak bangsa dalam menggapai masa depan yang lebih baik. Selain itu juga ada program Gallery of Hope yang merupakan inisiatif dari pendukung GN-OTA dimana The Gallery of Hope ini memajang dan juga memamerkan sejumlah kerajinan, tenunan, batik  cantik, serta hasil karya di berbagai daerah di Indonesia. Seluruh keuntungan dari penjualan ini diberikan kepada GN-OTA, serta bekerja sama dengan berbagai perusahaan kecil lokal, sehingga selain dapat memberikan sumbangsi berupa dana kepada penerus bangsa namun juga membantu meringankan beban ekonomi agar anak-anak mereka dapat terus bersekolah. 

Pada dasarnya setiap anak memiliki hak untuk menempuh pendidikan. Namun, banyak orang tua yang menyuruh anaknya untuk ikut mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup, tanpa mereka sadari betapa pentingnya pendidikan. Mereka yang seharusnya berada dibangku sekolah dan masih dalam tahap bermain dengan teman-temannya, karena keterbatasan biaya harus mencari nafkah dengan tangan mungil mereka.Meski sebenarnya mereka ingin mengenyam pendidikan seperti yang lainnya namun lagi-lagi biaya menjadi penghambat impian mereka. Adanya GN-OTA ini diharapkan agar tak ada lagi anak-anak calon penerus bangsa yang kehilangan masa sekolahnya. Semoga dengan adanya GN-OTA ini dapat membantu meringankan beban orang tua mereka yang memang dari kalangan kurang mampu, serta mereka dapat bermain dan mengenal dunianya melalui pendidikan dasar 9 tahun ini.

Penulis: Sri Maharani