4 Tahun Jokowi JK, ISMEI Jawa Timur Menilai Pemerintah sedang dalam Fase Guyon Mengurusi Negara -->
Cari Berita

Advertisement

4 Tahun Jokowi JK, ISMEI Jawa Timur Menilai Pemerintah sedang dalam Fase Guyon Mengurusi Negara

Sabtu, 20 Oktober 2018

Badrud Tamam: Kordinator Wilayah Jawa Timur Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia sedang di wawancarai.
Indikatorsumbawa.com - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memasuki tahun keempat. Selama empat tahun berjalan, kerja yang dihasilkan pemerintahan Jokowi dan JK, begitu keduanya disapa, Dinilai kurang menggembirakan.pada 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK ini membuat Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Jawa Timur angakat bicara.

Kordinator Wilayah Jawa Timur Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia, Badrud Taman Mengatakan Menjelang akhir periode pemerintahan Jokowi-JK banyak hal yang perlu di evaluasi dalam setiap persoalan yang terjadi di bangsa ini.

Lanjutnya" karena kami adalah aliansi dari Mahasiswa Ekonomi se-Indonesia saya akan memaparkan beberapa persoalan yang menjadi konsen pembahasan kami dalam mengevaluasi perjalanan pemerintahan Jokowi-JK selama 4 tahun ini. setidaknya ada beberapa poin yang menjadi persoalan ekonomi hari ini ; Pertama, Anjloknya Nilai mata uang Rupiah tidak bisa dipungkiri ini menjadi catatan merah dari pemerintahan jokowi-JK. kedua, Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah per Juli 2018 sebesar Rp 4.253 triliun Jumlah tersebut naik Rp 26 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp 4.227 triliun.

Bertambahnya hutang Negara ini justru menjadi perhatian khusus pemerintah yang selalu fokus pada pembangunan infrastruktur namun hutang negara semakin bertambah. Ketiga,3 Bank BUMN yang digadaikan oleh Menteri BUMN ini perlu disesali karena pemerintah tidak mampu kemudian menjaga aset negara khususnya Bank BUMN. keempat, Divestasi Freeport yang Hoax. 

Negara akhir-akhir ini selalu di warnai dengan peristiwa hoax mulai dari kasus RS sampai pada kasus Divestasi Freeport. kelima, Tenaga kerja asing yang semakin membludak 31  Desember 2017 data yang dikeluarkan oleh Kemenaker, jumlah TKA di Indonesia mencapai 85.974 pekerja dan sebanyak 24.804 (28,85%) berasal dari Tiongkok.

Selain itu Sekretaris Wilayah Jawa Timur Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Fahmi Ismail mengatakan persoalan yang telah dipaparkan itu sudah menjadi kajian kami (Read:ISMEI) dan akan kami bahas lebih mendalam dalam kegiatan Refleksi akhir tahun ISMEI Jawa Timur. sehingga kita akan melakukan pembacaan yang lebih mendalam dan kajian yang lebih komprehensif untuk persoalan negara ini sehingga pemerintah tidak Pada fase "Guyon" saja dalam melihat persoalan ekonomi negara," tegasnya. (Mi)