Gerak Samawa Dan MPR RI Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Di Kecamatan Lopok -->
Cari Berita

Advertisement

Gerak Samawa Dan MPR RI Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Di Kecamatan Lopok

Rabu, 10 Oktober 2018



Foto bersama Tim Sosialisasi empat pilar dan kades Lopok.
Indikatorsumbawa.com - Anggota Badan Sosialisasi MPR RI menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan bekerjasama dengan Gerak Samawa, Selasa (09/10/2018) di Aula Kantor Camat Lopok dengan tema “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika”.


Hadir sebagai narasumber, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI H. Muhammad Syafruddin, ST. MM yang juga Anggota Komisi I DPR RI, menjelaskan tentang 4 pilar kebangsaan merupakan satu kesatuan nilai gerak dari berbangsa dan bernegara yang terus dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar terpatri dalam diri dan benak masyarakat dalam menjalani kehidupan mereka. Sebagai fungsi kelembagaan MPR RI, empat pilar kebangsaan ini merupakan acuan penting yang terus disampaikan kepada masyarakat untuk dijadikan landasan berpikir dan bertindak.

Penting diketahui, bahwa sosialisasi yang dialakukan di Pulau Sumbawa khususnya di kecamatan lopok ini merupakan satu kesatuan yang tidak lepat dari hajatan dan keinginan Bapak H. Muhammad Sfaruddin, ST.MM  untuk menyampaikan nilai-nilai  dari berbangsa dan bernegara sehinga dalam perjalanannya tidak ada lagi kesalah pahaman dalam berbangsa dan bernegara karena tantangan dari perubahan zaman yang terus berubah begitu cepat dengan melibatkan tekhnologi sehingga sangat mudah untuk mengetahui perkembangan zaman dari waktu ke waktu.

Untuk itu, kematangan berfikir dalam memahami konsep 4 pilar ini menjadi dasar dari kelembagaan masyarakat dalam bersosialisasi sehingga tidak menjadi antipasti dalam perubahan serta tidak menjadi penonton ditengah perubahan melainkan dapat mengambil peran strategis dalam sebuah peruabahan.

Melalui sosialisasi, setidaknya pihaknya juga dapat memberi pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Lebih dari itu berbagai konflik yang sedang maupun yang akan terjadi di negeri ini agar dapat diredam dan diselesaikan dengan baik, sehingga Indonesia dapat menjadi tempat yang aman, nyaman juga ramah bagi siapa pun yang datang. Ajaran tentang toleransi, tenggang rasa dan sifat gotong royong harus menjadi landasan pergaulan agar tidak terjadi inharmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Bangsa Indonesia yang beragam latar belakang suku, budaya, tradisi, dan agama tetapi disatukan oleh pancasila dalam bingkai NKRI. Bhinneka Tunggal Ika dengan makna walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Dari sabang sampai merauke, dari pulau miangas sampai pulau rote kita tetap satu yaitu Indonesia merupakan sesuatu kekayaan yang dimiliki Indonesia yang senantiasa harus kita syukuri dan kita jaga secara bersama-sama.

Peserta sosialisasi kali ini merupakan Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda di wilayah kecamatan lopok yang berjumlah sekitar 150 orang. Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan proses Tanya jawab antara peserta dan narasumber. Dalam kesempatan tersebut ia juga menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Lopok khususnya peserta sosialisasi.

“Saya akan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat ini di tingkat pusat. Bukan hanya menyangkut pembangunan infrastruktur  namun juga persoalan lain yang dibutuhkan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki di wilayah ini.” Tambahnya.

Syamsul Ma’rif seorang peserta sosialiasi menyampaikan bahwa Amandemen UUD 1945 yang sudah terjadi 4 kali secara tidak lansung mereduksi Nilai-nilai kebangsaan kita, melalui forum ini saya juga berharap semoga ke depan Pendidikan tentang 4 Pilar kebangsaan diterapkan dan diajarkan di tingkat sekolah dasar (SD) bahkan sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai bentuk menanmkan kesadaran dan pehaman dalam berkehidupan berbagsa dan bernegara’.

Kalau kita sudah memahami keberadaan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika maka insya Allah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan mudah terwujud dengan baik. Dalam kesempatan itu Dia mengajak seluruh masyarakat khususnya yang hadir di acara sosialisasi untuk bersama-sama menjaga nama baik indonesia karena itu adalah tugas dan tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Indonesia serta selalu mengisinya dengan hal-hal positif.

Yayin Hermansyah, Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi mengungkapkan bahwa seharusnya empat pilar kebangsaan ini benar-benar merasuk ke dalam diri para pemuda atau kaum millenial.

“Bagaimanapun, pemuda adalah calon pemimpin di masa depan. Jangan sampai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam empat pilar ini terkikis oleh habis oleh perubahan global. Sebab kalau itu terjadi maka lenyaplah jati diri bangsa Indonesia. Untuk itu, sosialiasi dipandang masih sangat strategis guna menjadi alat pengingat dan ajang yang sejak dahulu kebiasaan rembuk dan musyawarah menjadi corak berbangsa kita,” tuturnya.