Pilpres 2019, Masyarakat Harus Rasional dan Netral -->
Cari Berita

Advertisement

Pilpres 2019, Masyarakat Harus Rasional dan Netral

Sabtu, 13 Oktober 2018

Foto: penulis (ist).
Indikatorsumbawa.com - Teriring salam dan Do'a semoga Allah SWT senantiasa selalu memberikan kita kesehatan dan umur panjang,tak lupa shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi besar kita, Muhammad SAW, sebagai pemimpin islam dengan jiwa besar serta pengorbanan dan perjuangannya membawa kebenaran kepada kehidupan manusia menghantarkan nikmatnya islam seperti yang kita rasakan saat ini. Indonesia merupakan Negara yang berbentuk republik berideologikan Pancasila sebagai dasar Negara.Demokrasi yang sebagai penyatuh semangat seluruh elemen bangsa, demokrasi pula yang menjadi semangat bangsa ini dalam kehidupan bersosial dan bernegara. Kemudian tak lama pula bangsa ini akan di hadapkan dengan kontestasi politik sebagai manifestasi dari demokrasi sendiri yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, yang akan dilaksanaka tahun mendatang, tepatnya tahun penuh semangat dan harapan baru bagi masyarakat indonesia tahun 2019. Tak heran dan menjadi Hal yang Lumrah ditengah masyarakat sebelum menuju pesta demokrasi, terlebih dahulu harus terjadi dinamika dan problematika yang tidak sehat, disebabkan diversitas terhadap calon yang akan dipilih oleh masyarakat, sehingga masyarakat berkecamuk dalam nuansa demokrasi yang tidak Rasional. Akibatnya masyarakat terjadi Disintegrasi baik pada tataran lingkungan sosial,agama,ras,suku, dan budaya. 

Itulah fenomena pascapesta demokrasi dilangsungkan tetapi bangsa ini sudah menghadapi dilema dan konflik yang signifikan.Dalam tulisan singkat ini,  Penulis ingin mengajak seluruh elemen masyarakat pemilih atau elektorat agar sekiranya mampu mereduksi dinamika dan konflik yang terjadi, serta menjadi masyarakat yang Rasional dan Netral pada Pilpres tahun 2019. Didalam sosiologi masyarakat yang memiliki hak pemilih atau eletorat diklasifikasi dalam 3 golongan.

1. eletoral Money (money politic), dijelaskan bahwa pada pesta demokrasi ini merupakan salah satu strategi taktik politik dalam mencapai suara dan kemengan, untuk cara ini sangat ampuh dan paten dalam politik ketika dihadapkan dengan uang masyarakat yang tidak memiliki kejernihan pemikiran dan akal akan mudah menerima uang dari partai politik, istilahnya masyarakat itu menjual hak suara demokrasinya dengan harga yang tak seberapa. 2.hubungan (politic Relation), dijelaskan bahwa politik harus memiliki banyak jaringan (Network) dalam melanggengkan tujuannya, baik itu hubungan secara horizontal dan vertikal. Relasi politik mendiskripsikan tentang keadaan dimana masyarkat cenderung memilih karena atas tindakan hubungan, tidak bersifat komparatif terhadap elektabilitas dan akuntabilitas pada objek politik. Sehingga relasi politik bisa menciptakan kolusi korupsi dan nepotisme (KKN), Karna relasi politik suatu hubungan yang memberi janji politik baik kepada keluarga,sanak saudara, dan kolega. 3. Politik Rasional (Rasionality Politic), dijelaskan bahwa keadaan masyarakat pada situasi ini, masyarakat mampu bersifat objektif dan cerdas, dikarenakan kejernihan berfikir dan fakta yang dikomparatifkan pada pemikiran, bisa melahirkan suatu keputusan suara yg tepat. 

Politik Rasional ini hanya bisa terjadi apabila masyarakat selalu disajikan pada kebenaran dan bukti yang auten, misalnya pada media,sosial media,berita yang memberikan informasi yang akurat. Dari Ketiga Teori itu sifat kebenaranya tidak mutlak, akan tetapi dari ketiganya merupakan konsep berfikir pada masyarakat eletorat untuk menghadapi sebuah pilihan pada kontestasi politik dalam demokrasi. Sikap Rasional masyarakat ditunjukan pula pada perilaku dan tindakan nya, rasional dalam berfikir dan berbuat. Akan tetapi sikap rasional memiliki rel untuk melakukan aksi (action ratioanlity) yakni dengan sifat Netral.sifat Netral dipandang sebagai bentuk sikap yang tenang dan memberi kesan damai dan harmonis. Sikap Netral juga melawan pada ketidak benaran (batil) cenderung melakukan tindakan yang bersufat moralitas.Masyarakat yang sejaterah dan tepat pada sebuah keputusan yang dipilihnya harus memenuhi unsur tersebut sebagai ejawantah demokrasi yang sejati dan masyarakat yang menjalani kehidupan yang baik dan damai. Sikap rasional dan Netral akan meleburkan seluruh dinamika dan problematika pada masyakat demokrasi karena ada esensi moderat didalamnya, sehingga sifat rasional dan Nertal itu menampik hal yang tendensius,berkubu,berkelompok yang bisa merusak titah dan cita demokrasi Pancasila.

Semoga apa yang disampaikan pada tulisan ini memberikan manfaat dan membuka pola pikir kita, dalam mewujudkan tujuan nasional kehidupan berbangsa dan bernegara,khususnya untuk mewujudkan bangsa yang cerdas, adil makmur yang diridhoi allah Swt.

Penulis: Muhammad Iqbal