Trump Peringatkan Indonesia Soal Perang Dagang Dengan Amerika -->
Cari Berita

Advertisement

Trump Peringatkan Indonesia Soal Perang Dagang Dengan Amerika

Kamis, 18 Oktober 2018

Presiden Indonesia kiri (Joko Widodo)  dan presiden AS kanan (Donald Trump). (Instagram/arenafakta).
indikatorsumbawa.com - Saat ini Indonesia tengah dipusingkan dengan peringatan yang diberikan Trump atas perang dagang Amerka Serikat (AS) dengan Indonesia, kamis (18/10/18).

Mengutip akun instagram arena fakta mengatan bahwa Industri makanan dan minuman di Indonesia bakal terdampak jika perang dagang Amerika Serikat merambat ke Indonesia. Sebab sebagian bahan baku industri makanan dan minuman domestik masih mengandalkan impor dari AS.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, produk makanan yang paling terdampak yakni adalah yang berbahan dasar tepung dan gandum, seperti roti, mi instan. Selain itu, susu juga akan ikut terdampak karena sebagian besar bahannya juga masih impor.

"Kalau industri makanan sendiri yang terkena dampaknya itu yang berbahan tepung, terigu, itu kan banyak, paling enggak roti, mi instan. Susu juga karena kan dia 80% nya masih impor," ujar Adhi usai diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, sabtu (7/7).

Dan apabila nanti perang dagang terjadi dan industri makanan minuman semakin kewalahan, Adhi mengatakan bahwa pihaknya dengan terpaksa akan menaikkan harga. Namun besarannya, masih akan dikalkulasikan terlebih dahulu.

"Ya mau enggak mau (harga naik), tapi semoga enggak terjadi," kata dia.

Namun demikian, dia berharap perang dagang AS dan Indonesia tidak terjadi. Sebab kedua negara ini pada dasarnya saling melengkapi atau komplementer, khususnya di sektor pertanian.

"Tapi saya harap ini tidak terjadi. Karena kita dengan AS itu kan komplementer, saling melengkapi, khususnya di sektor agro," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan AS mulai mengkaji untuk mencabut total 3.500 produk yang masuk Generalized System of Preference (GSP) atau daftar produk yang bebas bea masuk yang dihasilkan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Saat ini, sedang ada dua hal yang dikaji. Pertama, gentle review. Kedua, ada review 124 produk yang kami ekspor ke sana (AS)," katanya. (Min)