Komunitas Speak Out Thursday Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM -->
Cari Berita

Advertisement

Komunitas Speak Out Thursday Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM

Kamis, 13 Desember 2018

Foto: Mahasiswa - mahasiswa yang yang melakukan aksi di depan gerbang Universitas Muhammadiyah Malang. 
Indikatorsumbawa.com - Belasan mahasiswa yang bergabung dalam komunitas speak out Thursday melaksanakan aksi di depan gerbang utama Universitas Muhammadiyah Malang pukul 16.00 wib, Tlogomas (13/12/18).

Nanang Supryatna koordinator Komunitas speak out thursday menerangkan bahwa komunitas yang dibuat pada hari selasa 11 desember 2018 ini bertujuan untuk menggalang dan menyikapi tren diam nya mahasiswa yg semakin terpenjara dgn lingkungan kampus yg pada akhirnya menyandera fungsi nya sebagai agen-agen moral dan perubahan di masyarakat. Maka pada hari kamis 13 desember pukul dengan modal 12 masa aksi tdk menjadikan kendala utk turun dan bersuara mngenai isu pelanggaran ham berat masa lalu yg belum diselesaikan oleh negara.

"iya betul, komunitas ini adalah kumpulan mahasiswa-mahasiswa yang peduli terhadap hak asasi manusia serta sebagai agen-agen moral, ucapnya"

Adapun tuntutan dalam aksi tersebut ialah:

1. Presiden selaku kepala negara dan pemerintahan untuk segera membentuk pengadilan HAM Ad-Hoc untuk segera menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM berat masa lalu yg telag direkomendasikan oleh Komnas Ham.

2. Presiden membentuk badan khusus yg bertanggungjawab langsung kpd presiden utk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mngenai fakta-fakta yg terjadi menyangkut pelanggaran HAM berat seperti kejahatan kpd kemanusiaan yg dialami oleh Munir Said Thalib dan Novel Baswedan.

Selanjutnya Nanang menambahkan bahwa dari komunitas ini mampu mengawal terkait pelanggaran HAM serta memunculkan ide-ide perlindungan bagi orang-orang lemah. 

"harapan saya dari komunitas ini sebagai agen-agen HAM serta menumbahkan semangat Humanisasi bagi semua masyarakat tanpa memandang kelas sosial", tutupnya. (Min)