HMI Cabang Sumbawa: Peduli Pemilu Aman, Damai dan Transparan -->
Cari Berita

Advertisement

HMI Cabang Sumbawa: Peduli Pemilu Aman, Damai dan Transparan

Minggu, 21 April 2019

Arjoni, Sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Sumbawa. 

Indikatorsumbawa.Com - Indonesia mencatat sejarah baru di mana pelaksanaan pemilihan umum(pemilu). Pilpres dan pileg di selenggarakan secara bersamaan. Kali ini teleh di pilih sepasang calon presiden dan wakil presiden, 575 Anggota DPR RI, 136 Anggota DPD RI, 2.207 Anggota DPR provinsi dan 17.610 DPRD kota/kabupaten. Pemilu kali ini di sebut-sebut pemilu terbesar yang pernah di selenggarakan di dunia, jika merujuk pada kuantitas surat suara yang harus di coblos dan juga berkaitan dengan jumlah pemilih terdaftar yang mencapai lebih dari 190 juta pemilih tetap.

Tahap pemungutan suara telah usai, kini pemilu serentak memasuki tahapan rekapitulasi hasil pemungutan suara. Yang di mana sistem rekapitulasi suara pemilu hari ini Masih menggunakan sistem manual berjenjang dan transparan. Yang tentunya sebagai konsekuwensi membutuhkan SDM yang banyak dan Dalam waktu yang cukup lama.

Fakta hari ini kita melihat fenomena, di mana masing-masing pendukung Paslon presiden dan wakil presiden serta tim sukses calon legislatif  DPR-RI, DPD-RI, DPR- PROVINSI, DPRD KOTA/KABUPATEN, Masing-masing mengklaim diri sebagai pemenang bukan berdasar hasil perhitungan KPU, dampaknya membuat publik menjadi gaduh.

Arjoni, Sekretaris umum HMI cabang Sumbawa menyerukan agar KPU dan Bawaslu bekerja sesuai dengan semangat profesionalitas, integritas, serta transparan. 

"Untuk itu kami dari Himpunan mahasiswa Islam Cabang Sumbawa, menyerukan kepada penyelenggara pemilu untuk menjaga kepercayaan publik sebaik-baiknya dengan cara tetap bekerja secara profesional, berintegritas dan transparan. Khusus kepada Bawaslu agar cepat menangani dugaan pelanggaran yang terjadi selama tahap pemungutan suara, lalu bersedia secara aktif menjelaskan hasinya kepada publik", terangnya. 

Suhardi, ketua umum HMI cabang Sumbawa juga menghimbau kepada tim sukses serta masyarakat agar tidak berlebihan dalam menyikapi perhitungan cepat. 

"Kami juga menghimbau kepada kontestan pemilu dan tim sukses untuk tidak berlebihan dalam merespon hasil hitung cepat (Quick Qount). Tetap menahan diri agar tercipta suasana berbangsa dan bernegara yang aman dan damai serta kondusif, serta Kepada masyarakat kami himbau agar tetap fokus mengawal dan memastikan proses penyelenggaraan pemilu ini berjalan secara luber dan jurdil sesuai dengan amanat UU 07 tahun 2017, dengan terus memantaunya. Jika di temukan ada dugaan pelanggaran agar secepatnya melaporkan kepada Bawaslu setempat", ucapnya. 

Selanjutnya Arjoni menambahkan bahwa ketertiban dan keamanan dalam berbangsa dan bernegara adalah hal yang prioritas, serta berpesan kepada yang berhasil menjadi presiden serta lembaga eksekutif dari pusat sampai daerah. 

"Mari kita jaga ketertiban, keamanan dalam berbangsa dan bernegara dengan kesadaran bersama menjaga kedaulatan  rakyat berdasarkan aturan hukum yang berlaku, Siapa pun nanti pemenang nya yang di tetapkan oleh KPU, Ada amanah dan tanggung jawab besar dan berat yang di sematkan pada pundaknya, untuk mampu mencapai tujuan dan cita-cita UUD 1945", tutupnya. (Min)