Belum Mendapat Kepastian Hukum, Ketum HMI Cabang Sumbawa Angkat Bicara -->
Cari Berita

Advertisement

Belum Mendapat Kepastian Hukum, Ketum HMI Cabang Sumbawa Angkat Bicara

Kamis, 16 Mei 2019

Suhardi, ketua umum HMI cabang Sumbawa. 

Indikatorsumbawa.com - Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum.
Tugas yang sangat muliyah sekali yang di jalankan oleh lembaga kepolisian dalam memberikan pengayoman dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

Semangat mengayomi yang tertanamkuat dalam setiap langkah juang kepolisian membuktikan bahwa polisi memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan peran yang sangat  penting dalam menciptakan masyarakat adil makmur, damai yang di Ridhoi Allah SWT.

Kami dari keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) sumbawa memiliki cita2 besar terhadap lembaga kepolisian sehingga kami sangat tidak menginginkan  ketika ada oknum yang ingin mencidrai intitusi besar ini.

Sehingga pada tanggal 9 mei 2019 kami dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa melakukan aksi demontrasi ke kantor kepolisian terkait dengan tindakan refresif yang di lakukan oleh oknum kepolisian Kabupaten Sumbawa kepada kader himpunan tepatnya ketika kita aksi di depan kantor KPU kabupaten sumbawa pada tanggal 3 mei 2019,  yang kami nilai tindakan refresif kepolisian Kabupaten sumbawa tidak memahami tugas dan fungsinya selaku kepolisian, padahal dalam UU Pasal 28 ayat E 1945 tentang kebebasan berpendapat di muka umum, UU Nomor 9 tahun 1998 juga di jelaskan tentang mekanisme menyampaikan pendapat di muka umum, perkapolri pasal 13 ayat 3 tahun 1998 juga menjelaskan tentang tugas dan fungsi dalam menjaga hak asasi demonstran dalam berpendapat, pasal 24 perkapolri 9/2008, perkapolri No 16 tahun 2006 tentang pengendalian masa aksi.

Dan itu jelas tidak boleh di langgar oleh kepolisian.

Pada aksi 9 mei 2019 kami di terima di kantor polres Sumbawa untuk memproses semua tuntutan yang kami bawa, 1. Semua oknum yang melakukan pemukulan caci maki untuk segera tindak tegas/ di beri hukuman. 2. Kapolres Sumbawa segera Angkat Kaki karena kami anggap gagal bertugas di kabupaten sumbawa.

Pada saat di kapolres kami langsung di terima oleh Bapak Kompol Ahmad Mansyur. S. Ag. Dengan mengatakan Semua tuntutan yang  kami sampaikan pak waka mengatakan kepada kami bawa kita akan proses tuntutan rekan2 HMI 7x24 jam.

Tapi sampai dengan 15 mei 2019 sesuai kesepakatan juga tidak ada bentuk tindakan yang di lakukan oleh pihak kepolisian.

Sehingga mencul pertanyaan besar di kami hmi apakah kepolisian tidak mampu menyelesaikan masalah yang kami ajukan.

Atau memang kepolisian tidak memiliki tekat baik dalam merepon masalah yang kami ajukan yang jelas2 itu adalah kesalahan yang fatal.

Dan kepolisian Kabupaten sumbawa sudah melakukan pembohongan publik terkhususnya kepada kami HMI Cabang Sumbawa.

Menindak lanjuti sikap polres Kabupaten Sumbawa sehingga kami akan melanjudkan proses ini ke KOMNAS HAM. (Min)