HMI Cabang Sumbawa Kecewa Melihat Bobroknya Bawaslu Kabupaten Sumbawa -->
Cari Berita

Advertisement

HMI Cabang Sumbawa Kecewa Melihat Bobroknya Bawaslu Kabupaten Sumbawa

Rabu, 01 Mei 2019

Pngurus HMI cabang Sumbawa saat aksi di kantor bawaslu kabupaten Sumbawa.

Indikatorsumbawa.com - Selasa 30 april 2019 hmi cabang Sumbawa melakukan aksi demonstrasi di kantor Bawaslu dan KPU Kabupaten Sumbawa dalam rangka mempertanyakan integritas bawaslu dan KPU dalam tugasnya sebagai lembaga pengawasan dan penindakan dalam sengketa - sengketa pemilu yang di ajukan oleh masyarakat maupun para kontestan pemilu serta KPU sebagai penyelenggara pemilu. Dalam hal ini Bawaslu dan KPU kabupaten sumbawa dalam rangka menjalankan tugasnya, kami pandang terjadi kebobrokan di internal Bawaslu dan KPU,  beberapa laporan masyarakat tidak di tangani secara cepat, padahal kasusnya  sangat krusial dan perlu ditindak lanjuti. 

Beranjak dari beberapa aduan masyarakat kami dari HmI cabang sumbawa turut andil dalam membantu mendampingi masyarakat. Berkaitan dengan proses pemungutan suara,  khususnya yang dilakukan di kecamatan tarano desa toloi di 3 Tps dan TPS 7 Dusun Ketapang, Desa Labuhan Jambu. Yang di mana pemungutan suara di 3 TPS Desa toloi di indikasikan ada kecurangan yang terjadi:

1. Pengelembungan Suara, 2. Penandatangan C7 yang diduga dilakukan oleh satu orang karena semua tanda tangan bentuknya sama, 3. Tidak di tempelnya Salinan C1 Plano ditempat-tempat yang mudah di akses oleh masyarakat sesuai dengan yg di jelaskan dalam PKPU no.3 tahun' 2017 C1 Plano sudah harus tertempel di muka umum hal ini untuk mewujudkan pemilu damai, Adil dan keterbukaan publik, Dan TPS 7 Dusun Ketapang, Desa Labuhan Jambu terjadi kesalahan dalam proses pemungutan suara yang dimana ketua KPPS tidak melakukan proses pemilihan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditentukan, sehingga mengakibatkan hilangnya dua surat suara di TPS tersebut, atas dasar itulah masyarakat melaporkan temuan-temuannya ke Panwascam kecamatan Tarano. Tetapi laporan yang di ajukan tidak di tindak lanjuti oleh Panwascam maupun Bawaslu kabupaten Sumbawa. Dalam hal ini HMI cabang Sumbawa menilai Bawaslu tidak serius menangani aduan yang di ajukan oleh masyarakat dalam pelanggaran pemilu. Karena tidak adanya penanganan yang dilakukan oleh Bawaslu kabupaten Sumbawa, sehingga membuat masyarakat menjadi resah, dan memberanikan diri bersama HMI cabang Sumbawa untuk mendatangi kantor Bawaslu untuk meminta kejelasan.

Komisioner bawaslu kabupaten sumbawa kordinator penanganan dan penindakan (Ruslan) menyatakan laporan tidak di proses  karena adanya miss komunikasi antara Panwascam Tarano dengan Bawaslu kabupaten sumbwa yang mengakibatkan laporan yang dimasukkan menjadi terbengkalai.

Selanjutnya beliu juga menambahkan"ini bukan salah bawaslu melainkan  salah panwascam".  Dari pernyataan yg diberikan oleh Kordiv penanganan dan penindakan ( Ruslan) komisioner bawaslu kabupaten sumbawa, HMI cabang Sumbawa mempertanyakan integritas Bawaslu kabupaten sumbawa, yg bertugas sebagai lembaga pengawasan dan penindakan terhadap terhadap sengketa pemilu kini telah kehilangan taring dan menutup mata atas aduan masyarakat yang peduli terhadap berjalan pesta demokrasi yang harus dilakukan sesuai dengan amanat UU Pemilu No.7 tahun 2017 yaitu pemilu yang langsung, umum,bebas rahasia serta jujur dan Adil (Luber dan Jurdil).

Penulis: Suhardi (Ketua umum Hmi cabang Sumbawa)