BPN Sumbawa dilaporkan ke Kejati NTB -->
Cari Berita

Advertisement

BPN Sumbawa dilaporkan ke Kejati NTB

Rabu, 28 Agustus 2019

LBHS saat mendatangi kantor kejaksaan tinggi NTB. 

Indikatorsumbawa.com - Lembaga Bantuan Hukum samawa ( LBHS ) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi NTB untuk melaporkan dugaan penyimpangan program Pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL ) dan Program Redistribusi tanah obyek Landrefom ( TOL ) proyek tahun anggran 2017 sampai tahun anggaran 2019, Mataram (28/08/19).

setelah selesai memasukan laporan, LBHS langsung berkoordinasi dengan Asisten Intel Kejati NTB yang di Wakili oleh AA Raka Agung Darmana,SH. 

"saya memberikan apresiasi atas laporan dari LBHS, dan  akan memproses laporan tersebut", ucapnya. 

setelah ada disposisi  dari Kajati NTB, dan akan memanggil semua pihak terkait, di jelaskan Kusnaini, SH Direktur LBHS.

"bahwa dugaan indikasi korupsi program PTSL dan TOL yang di lakukan Kanwil BPN NTB dan Kantor BPN Kabupaten Sumbawa diduga dilakukan secara sistematis dan terstruktur, adapun indikasi  korupsinya antara lain, anggaran peyuluhan, pengukuran dan anggaran Pemeriksaan tanah serta anggaran persiapan yang di bantu oleh pemda Kabupaten Sumbawa berupa pal/patok, matrei honor petugas pendamping dari desa", terangnya. 

Selanjutnya Irwansyah S.AP yang juga sebagai saksi pelapor menjelaskan program PTSL dan TOL.

"untuk mendukung reforma agraria resim jokowi JK namun proyek tersebut terlalu di paksakan misalnya tahun anggaran 2017 BPN Sumbawa mendapat jatah 14.900 bidang, tahun 2018 21.500 Bidang serta tahun 2019 42.500 bidang di mana setiap tahun terjadi peningkatan tapi ironis program PTSL tahun anggaran 2018 belum di bagikan, dan program tersebut sangat mengganggu program rutin masyarakat yang mendaftar tanahnya melalui jalur umum, untuk mendapat setifikat butuh waktu 1 sampai 2 tahun baru selesai pembuatan sertifikat, seharusnya program tersebut harus di dorong dengan pembenahan  SDM BPN dulu. Dan saya siap juga untuk diperiksa sebagai saksi, karena saya termasuk juga didalam peserta program PTSL tersebut," tutup Irwansyah. (Min)