Aliansi RSM Gelar Aksi Di kantor DPRD Kabupaten Sumbawa -->
Cari Berita

Advertisement

Aliansi RSM Gelar Aksi Di kantor DPRD Kabupaten Sumbawa

Selasa, 14 Juli 2020

Aliansi Rakyat Sumbawa Menggugat saat berada di dalam ruangan kantor DPRD kab. Sumbawa.

Indikatorsumbawa.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sumbawa Menggugat mendatangi kantor DPRD Sumbawa pada Selasa (14/7/2020). Mereka menyampaikan beberapa aspirasi terkait dengan kondisi sumbawa terlebih lagi terkait sektor pendidikan dan sektor pertanian.

Dalam aksi yang digelar di Kantor DPRD Sumbawa itu, Aliansi Rakyat Sumbawa Menggugat yang tergabung dari beberapa organisasi antara lain LMND, BEM IISBUD, STN, IKPPME, SMI menyuarakan tujuh tuntutan untuk mengingatkan  pemerintah tentang kebijakan yang dinilai mencekik rakyat kecil yang telah dilakukan selama ini.

Tujuh tuntutan itu yakni, Tolak komersialisasi Pendidikan
Tolak segala bentuk Pungutan Liar di sektor pendidikan,
Memaksimalkan sarana prasarana pendidikan. Wujudkan Pendidikan Gratis,Ilmiah dan Demokratis, Menuntut pemerintah agar dengan maksimal hadir di tengah-tengah aktivitas sektor pertanian, baik dari proses pratanam hingga proses pemasaran.Mendorong pemerintah untuk segera membangun industri pertanian dengan sistem satu pintu melalui pemerintah, baik dari proses pratanam hingga proses pemasaran.
Melakukan pemutihan pinjaman KUR terhadap semua petani yang gagal panen.

Kepada media ini,  Nugraha Susanto atau yang lebih akrab disapa Boris salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa Dari tahun ke tahun, persoalan petani selalu saja jadi langganan.Terutama petani jagung sejak sekitar 10 tahun ke belakang,Jagung mulai menjadi andalan petani. Tiap tahunnya jumlah lahan-lahan baru semakin bertambah.Ditambah lagi karena memang jagung menjadi program yang besar untuk Nusa Tenggara Barat ,Sumbawa khususnya. Petani yang sejak NTB dipimpin oleh Tuan Guru Bajang hingga kini,banyak yang beralih jenis tanaman. Timbul pertanyaan, kenapa petani banyak mengalihkan jenis tanamannya ke Jenis jagung. Tukasnya.

Kemudian massa aksi diterima oleh Komisi II dan Komisi IV di dalam hearing tersebut  selanjutnya tuntutan massa aksi akan di fasilitasi dengan pihak-pihak terkait pada tanggal 20 Juli 2020.