100 Hari Kerja : Mahasiswa Sumbawa Asal Nunukan Berikan Kartu Kuning Ke Bupati -->
Cari Berita

Advertisement

100 Hari Kerja : Mahasiswa Sumbawa Asal Nunukan Berikan Kartu Kuning Ke Bupati

Sabtu, 14 Agustus 2021

Foto. Muh. Rizwan Ketua Umum PMKU


Indikatorsumbawa.com - Menuju 100 hari kerja mahasiswa asal Sumbawa menyoroti sejumlah program kerja dan janji kampanye Bupati Nunukan yang di sampaikan pada pilkada lalu mereka memberikan kartu kuning untuk Bupati sebagai bentuk  peringatan terhadap apa yang sudah ia janjikan.

Muh. rizwan selaku mahasiswa Sumbawa asal kabupaten Nunukan yang juga sebagai Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Kalimantan Utara (PMKU) Sumbawa kepada media ini pada Sabtu, (14/08/2021) membenarkan terkait dengan pemberian kartu kuning terhadap Bupati Nunukan.

"Benar Kami memberikan Kartu Kuning, kartu kuning ini bukan untuk mendiskreditkan siapapun kartu kuning sebagai bentuk peringatan, layaknya seorang anak memberitahu orang tuanya bahwa apa yang sudah pernah di janjikan harus di tuntaskan" Tegasnya.


Ada beberapa poin yang menjadi fokus teman-teman mahasiswa terkait janji kampanye Bupati mengenai Infrastruktur Pelayanan Dasar dan Pertumbuhan Ekonomi


"Janji kampanye mengenai Infrastruktur Pelayanan Dasar dan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu program kampanye Bupati pada saat Pilkada, kita tahu fasilitas kesehatan merupakan pelayanan dasar terhadap masyarakat, tapi kita lihat masyarakat Kabudaya yang berbeda di kecamatan Sebuku  sudah dibangunkan Rumah Sakit Pratama tapi belum difungsikan sama sekali" Cetusnya.

Dilanjutkannya Rizwan sapaan akrabnya juga menyoroti permasalahan yang terjadi di PT. Sampurna yang sampai saat ini berhenti beroperasi dan dampaknya kepada  karyawan yang dirumahkan belum jelas permasalahan apa yang menyebabkan perusahaan itu berhenti beroperasi ada dugaan Karna pergantian manajer baru.


"Sangat disayangkan permasalahan di PT. Sampurna belum bisa teratasi mengingat ada bayak pekerja yang dirumahkan belum lagi kita mendapatkan informasi dari pekerja perusahaan sudah dua bulan belum digaji atau pesangon menurut keterangan salah satu dari pekerja di perusahaan tersebut" Urainya.


Diketahui Disnaker sudah mencoba untuk mempelajari masalah yang terjadi di PT.Sampurna, mereka membutuhkan waktu seminggu untuk bisa memahami permasalahan. 


Selain dua permasalahan teman-teman mahasiswa juga menyoroti tentang penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Nunukan, semua stekholder harus bahu membahu memotong rantai penyebaran Covid-19 ini


"Sudah setahun lebih sudah ibu Pertiwi kita sakit Karna pandemi ini dan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan kita maka dari itu pemda tidak hanya mengeluarkan kebijakan tanpa memperhitungkan dampak sosial kita mau pandemi ini cepat berlalu, kita harus saling bahu-membahu sosialisasi tentang kebijakan, prokes dan vaksinasi harus lebih di optimalkan kerja  satgas Covid-19 yang berbeda di tingkat kecamatan dan desa hingga terciptanya herd immunity" Imbaunya.

Dengan dengan 100 hari kerja Bupati Nunukan kami meminta:


1. Meminta Pemda Segera Fungsikan Rumah Sakit yang sudah di Bangun sebagai bentuk penyedia pelayanan dasar masyarakat dan memotong rantai penyebaran Covid-19

2. Meminta Pemda dan Pihak perusahaan Segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di PT. Sampurna yang dalam hal ini Disnaker sesuai dengan UU

Nomer 13 TAHUN 2003

Tentang Ketenagakerjaan 

3. Meminta semua stekholder untuk saling bahu-membahu untuk memotong rantai penyebaran Covid-19 dan Optimakan kembali satgas Covid-19 di tingkat kecamatan dan desa. (Red)