Mahasiswa KKN IISBUD Desa Poto Menggelar Pekan Budaya -->
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa KKN IISBUD Desa Poto Menggelar Pekan Budaya

Selasa, 31 Agustus 2021

Foto. Mahasiswa KKN IISBUD saat memberikan arahan kepada para peserta


Indikatorsumbawa.com, Sumbawa - Desa Poto dikenal dengan desa budaya, di karenakan di desa ini mampu melestarikan setiap budaya hingga adat istiadatnya dengan baik. Jika orang mendengar desa poto maka yang pertama kali melintas di dalam kepala adalah acara "syukuran ponan". Acara syukuran ponan sendiri di adakan setiap tahunnya dan identik dengan jajanan ponan yang bisa di nikmati masyarakat umum. Namun perlu di ketahui bahwa di desa poto yang memiliki 7 dusun ini juga di kenal erat dengan kebudayaanya mulai dari sakeco, ratib rabana ode, hingga rabalas lawas.


 Kesenian yang ada di desa poto bukan hanya di kuasai oleh orang-orang dewasa saja, akan tetapi cukup banyak anak-anak usia sekolah yang sudah menguasai berbagai kesenian daerah nya dan ikut andil dalam melestarikannya. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan banyaknya anak-anak yang mulai sibuk dengan gedget serta bermain game online, mahasiswa KKN desa poto iisbud sarea merasa harus ikut andil dalam upaya melestarikan budaya yang ada.


Dalam hal ini Mahasiswa KKN IISBUD SAREA Desa Poto bekerja sama dengan pemuda Desa Poto meluncurkan sebuah inovasi yaitu "Pekan Budaya" dalam upaya melestarikan budaya di Desa Poto pada Minggu (29/08/21), pekan budaya inj merupakan langkah awal dari usaha terbentuknya sekolah sosial dan budaya di desa poto. Dalam pekan budaya ini anak-anak usia sekolah di ajarkan pukulan sakeco hingga permainan tradisional yang mulai di lupakan di pekan budaya ini juga anak-anak di berikan edukasi agar mereka mampu merasa bahwa mereka adalah seorang pewaris dari budaya yang ada serta menumbuhkan rasa bangga akan budaya nya sendiri.


Rahul Gunawan sebagai Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata menyatakan “ Pentingnya kita sebagai generasi muda yang harus menjaga kelestarian kebudayaan, kesenian yang ada di Tanah Samawa ini karena menginggat perkembangan jaman yang sangat masif di kalangan anak-anak usia dini akan mengkaibatkan kemauan belajar kebudayan Daerahnya.”


“Dengan adanya kegiatan pekan budaya ini besar harapan kami selaku mahasiswa KKN untuk mengaktifkan kembali kesenian, kebudayaan yang hampir punah dikalangan anak usia dini” ujarnya. Disisi lain ketua pokdarwis Lapoto Emas menyatakan “Pekan Budaya ini kami lakukan dalam rangka melestarikan Budaya kepada masyarakat khususnya generasi muda. Hantaman badai globalisasi membuat timbulnya kekhawatiran terhadap penetrasi budaya asing yang dapat memicu degradasi moral pada anak muda khususnya. Terlebih pengaruh buruk gadget beserta dampak negatifnya bagi kaum muda, membuat kami tergerak mengambil langkah-langkah kongkrit guna menjadikan budaya sebagai filtrasi terhadap pengaruh negatif dari globalisasi. Sehingga melalui kegiatan ini, kami harap semoga kedepan dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan budaya sebagai salah satu upaya penanaman karakter kepada generasi muda. Tentunya terakhir, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu atas segala bantunnya baik fikiran hingga materi dalam mendukung kegiatan pekan budaya ini. Kami terus berharap dukungan dari berbagai pihak agar kedepan Desa Poto dapat menjadi Pelopor Desa wisata Edukasi berbasis budaya di Kabupaten Sumbawa. Hal ini sejalan dengan terpilihnya Desa Poto sebagai salah satu Desa yang masuk ke dalam program Desa pemajuan kebudayaan Kemendikbud RI 2021.” Ucap Amri. (Gun).