Gelar Kegiatan Penyuluhan Mahasiswa KKN IISBUD Desa Pernek Dulang Sampah Jadi Emas -->
Cari Berita

Advertisement

Gelar Kegiatan Penyuluhan Mahasiswa KKN IISBUD Desa Pernek Dulang Sampah Jadi Emas

Kamis, 02 September 2021


Foto. Penyerahan bibit oleh perwakilan mahasiswa KKN kepada Pemdes Pernek

Indikatorsumbawa.com, Sumbawa - Di tengah Pandemi Covid19, persoalan semakin banyak. Meski kegiatan masyarakat banyak dibatasi, tidak membuat sampah ini menjadi berkurang. Terutama sampah limbah rumah tangga. Desa Pernek sendiri, adalah salah satu desa yang pernah meraih juara 2 lomba kampung sehat se-Nusa Tenggara Barat. Tidak cukup dengan itu, Desa Pernek sendiri mencoba belajar untuk bagaimana merubah sampah menjadi emas dengan landasan kampanye ialah tentang isu lingkungan. 


Pada kesempatan ini, Mahasiswa KKN dari Perguruan Tinggi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD SAREA) Angkatan ke V yang berlokasi di Desa Pernek mengadakan kegiatan Penyuluhan Lingkungan dan Mendulang Sampah Menjadi Emas pada Rabu (01/09/2021).

Kegiatan diselenggarakan dengan bekerja sama antara Mahasiswa KKN dengan Karang Taruna Mekar Harum Desa Pernek. Sangat dibanggakan dan perlu diapresiasi atas sikap Pemerintah Desa Pernek yang betul-betul antusias dengan kegiatan ini.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 Jam, dibuka langsung oleh Bapak Kepala Desa Pernek, Bapak Drs. Saguni. Hadir pula beberapa perangkat desa, Ketua BPD tanpa melalaikan kepatuhan Protokol Kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid19. Dalam kegiatan penyuluhan ini, dirangkaikan dengan penyerahan bibit-bibit tanaman oleh Mahasiswa KKN IISBUD SAREA kepada Desa Pernek berupa bibit cabai, kangkung, melon, timun, jagung, dan kelor.


Ketua Panitia Pelaksana Rahmat Tullah dalam sembutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang sudah berjibaku mempersiapkan kegiatan ini, termasuk teman-teman dari Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nelayan Cab. Sumbawa yang sudah mensupport kegiatan kami.

Lebih lanjut Rahmat Tullah menyampaikan mengapa mengangkat tema demikian, karena sesungguhnya sampah ini adalah barang yang bernilai seperti emas. Terutama memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan adalah yang sangat bernilai melebihi nilai profit.


Dalam penyampaian materi oleh Ibu Iga Maliga, M.I.L yang juga sebagai dosen Stikes Griya Husada Sumbawa, pengalaman beliau di Negeri Sakura.

"Bahwa di sana betul-betul tegas akan penanganan sampah melalui regulasi dan sanksinya". Ucapnya.

Beliau memberikan sinyal hijau agar mungkin kedepannya Pemerintah Desa Pernek mau bersinergi dengan teman-teman dari STIKES Griya Husada Sumbawa. Tak hanya itu, beliau juga mendemonstrasikan secara langsung bagaimana cara membuat pupuk kompos. Mungkin ini sederhana, tapi jarang orang yang mau melakukannya di rumah. Padahal komposisi bahannya tidak sulit untuk didapatkan.


Tidak kalah luar biasanya, Bang Yeri Kuswandi selaku Direktur Bank Sampah Kelompok Pemuda Berbadi Lab. Badas, dalam materinya menyampaikan tentang bagaimana manajemen pengelolaan Bank Sampah. Pengalaman beliau sendiri diceritakan bahwa beliau menggarap Bank Sampah ini sejak 2015. Tak ayal 6 tahun berjuang tanpa mengandalkan sentuhan tangan pemerintah yang meskipun nanti sebenarnya juga sangat perlu ada intervensi pemerintah, misalnya dalam bentuk kebijakan.


Beliau juga menceritakan pengalaman-pengalaman beliau mendemonstrasikan Tonk Sampah Ikan. Jadi kenapa harus berbentuk ikan, setidaknya dari ilustrasi itu bisa menyadarkan masyarakat tentang bahayanya sampah yang di buang ke laut, dibuang ke sungai lalu bermuara di laut, lalu sampah-sampah tersebut dimakan ikan, dan ikan laut yang kita makan mengandung unsur-unsur yang sangat berbahaya bagi kesehatan.


Kedua pemateri menyatakan kesiapannya dan berharap Pemerintah Desa Pernek mau bekerja sama bukan hanya melihat dari sisi keuntungan/profit, tapi juga dalam menggalakkan penanganan sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Karena memang sampah ini adalah boom waktu dan persoalan semua orang. (Dol)