Mampukah? Sumbawa Menjadi Daerah Swasembada Daging -->
Cari Berita

Advertisement

Mampukah? Sumbawa Menjadi Daerah Swasembada Daging

Selasa, 07 September 2021

Sahabat Rizal Ketua PC PMII Sumbawa


Indikatorsumbawa.com - Kabupaten Sumbawa merupakan daerah dengan populasi ternak yang cukup besar. Potensi ternak sapi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa tahun 2020 sebesar 271.206 ekor dengan jumlah populasi ternak sapi Bali mencapai 252.943 dan sapi lokal sebesar 18.263. sementara itu, populasi ternak kerbau mencapai 27.839 per tahun 2020. Potensi dan populasi setiap tahunnya mengalami peningkatan.


Disisi lain, setiap tahunnya Kabupaten Sumbawa melakukan pengiriman ternak keluar daerah, menurut sumber selama tahun 2020 kabupaten Sumbawa mengirimkan sapi keluar daerah yang lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 407 ekor sedangkan kerbau 1.476 ekor.

(Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa)


Melihat potensi ternak yang besar di kabupaten Sumbawa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumbawa melihat ada peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor peternakan ini.


Menurut Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB tahun 2020 harga jual hewan ternak Sapi hidup Produsen Rp.46.000/kg dan Daging Sapi Konsumen kisaran Sumbawa Rp.120.000kg.


Dengan memperhatikan data tersebut, Sumbawa memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi daerah swasembada daging. Manfaatnya kemudian dapat di rasakan langsung oleh daerah, peternak dan pelaku bisnis sektor peternakan di kabupaten Sumbawa. 


Pengembangan potensi peternakan dengan manjdikan Sumbawa sebagai daerah swasembada daging dapat dilakukan dengan pembenahan produksi, penataan jalur distribusi dan penguatan pasar. 


Untuk produksi, dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya dan komponen pendukung produksi dengan melakukan pembinaan dan peningkatan terhadap peternak dan peternakan, meningkatkan kualitas dan kapasitas Rumah Potong Hewan  (RPH) dengan standar nasional maupun internasional. 


Untuk distribusi dapat dilakukan dengan memaksimalkan jalur distribusi yang telah ada, salah satunya pelabuhan. Membangun kerjasama dengan pelabuhan dapat dilakukan dengan membangun atau menambah fasilitas khusus pengiriman daging di pelabuhan, mendatangkan alat angkut dan kirim baik kapal maupun container. 


Untuk pasar, dapat ditargetkan untuk pasar lokal, regional dan ekspor. Dengan kemudian membangun kerjasama dengan pemerintah atau pelaku usaha di daerah tujuan pengiriman. Membuka kesempatan dan Memaksimalkan keberadaan pelaku usaha untuk terlibat aktif dalam hal tersebut. 


Dampak yang kemudian didapatkan adalah meningkatnya harga jual ternak yang disebabkan oleh menurunnya biaya pengiriman terhadap ternak hidup ke luar daerah. Tumbuhnya usaha baru masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas sehingga masyarakat tidak hanya terfokus pada sektor pertanian dan pertambangan, dan pastinya, peningkatan pendapatan daerah. (***)