Mitos Kampus Yang Terpecahkan -->
Cari Berita

Advertisement

Mitos Kampus Yang Terpecahkan

Sabtu, 04 September 2021

Penulis: Hasrul Gunawan (Alumnus Universitas Teknologi Sumbawa) 


Indikatorsumbawa.com - Setiap proses pasti akan meminta kita untuk berjuang lebih keras dan gigih. Perjalanan panjang dan proses yang begitu rumit mengharuskan saya bekerja keras dari biasanya, sampai pada akhirnya saya menemukan titik terang. 


Puji syukur Alhamdulillah kepada Sang Rabb Allah SWT yang telah memberikan saya momen ini. Momen yang sangat berharga dan mengharukan bagi saya telah melewati 4 tahun menuntut ilmu dibagian timur indonesia.


Tak lain dan tak mungkin saya bisa sampai dititik ini berkat do’a dan dukungan Orang tua karena tanpa mereka saya dan kalian semua pasti tidak akan bisa melihat masa depan yang cerah. Berkat mereka mengijinkan saya menuntut ilmu di bagian Timur Indonesia, Sumbawa Nusa Tenggara Barat. 


Universitas Teknologi Sumbawa, kampus yang dikenal sebagai kampus elang muda di NTB. Tempat dimana saya ditempa untuk berproses dan memenuhi kewajiban sebagai generasi penerus bangsa. Tepatnya di Universitas Teknologi Sumbawa. 


Universitas Teknologi Sumbawa. 

Banyak yang penasaran dan tanya, kenapa saya bisa kuliah di UTS, dan salah satu alasannya adalah karena “Ustad Muhammad Nasir Daeng Nyampa, Bur Sebatik Muh Khoiruddin dan Oji Raharjo ”

karena beliau lah saya bisa sampai di UTS ini, walaupun banyak sekali tantangan dan rintangan akhirnya bisa termotivasi berkat mereka. Saya dan teman-teman sangat berterima kasih atas nasehat dan bimbingan yang selalu mereka berikan.  


Saat ini UTS sudah dikenal oleh masyarakat luas, kenapa tidak kampus yang dijuluki Indonesia mini ini sudah bisa membumi dan mendunia walaupun umurnya masih terbilang sangat muda yaitu sekitar 9 tahun lebih. Dikampus tercinta ini Kita bisa menemukan mahasiswa dari Sabang sampai Merauke


Saya bangga bisa berkuliah dikampus yang didirikan oleh Bang Zul Zulkieflimansyah yang pada saat itu juga pernah menjadi Rektor dan dosen yang luar biasa. Dan saat ini beliau juga merupakan Gubernur NTB. 


Teman teman ku, saat ini saya sudah menyelesaikan S1 dengan waktu 4 Tahun. 

Merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya.


Mengapa tidak, jurusan Teknik Sipil yang kata orang-orang merupakan Fakultas/Prodi yang angker, karena sangat jarang mahasiswa bisa selesai tepat waktu, ditambah lagi dengan kesibukan organisasi yang sangat padat sehingga sebagian org berfikir sya akan menjadi donatur kampus.


Tetapi, alhamdulillah saya bisa membuktikan dengan lulus tepat waktu dengan baik. 

Selain itu sangat banyak orang-orang yang berspekulasi “jangan gabung organisasi nnti telat lulus” dan sekali lagi saya membuktikan itu, di mulai dari organisasi jenjang skala himpunan sampai skala universitas bahkan ketingkat organisasi berskala daerah telah saya rasakan ditengah kepadatan dunia organisasi untuk berproses melatih softskill dan menyelesaikan jenjang kaderisasi di organisasi internal dan eksternal seperti 

HMJ, DPM, BEM dan organisasi eksternal lainnya.


Lagi-lagi Ini semua masalah waktu teman-teman, bagaimana cara kita mengatur waktu kita. Apalagi ditambah dengan komitmen dan rasa tanggung jawab


Apabila kita siap bergabung di dunia organisasi maka kita harus siap berkorban dan salah satu pengorbanan nya adalah waktu.


Kalau sebelum kita bergabung di organisasi waktu istirahat 8 jam maka yang harus kita korbankan adalah waktu istirahat untuk mengurus organisasi bukan waktu belajar yang kita kurangi.


Saya berharap ini bukan akhir dari perjuangan saya, bahkan awal untuk saya bagaimana menitih karir dikanca lebih tinggi menempuh proses yang sesungguhnya


Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak baik keluarga, dosen, saudara, senior dan teman teman yang membantu dan memotivasi saya sehingga saya bisa sampai dititik Ini. 

Saya bukanlah apa-apa tanpa dukungan dan bimbingan kalian semuanya. 

Semua orang punya ceritanya tersendiri dalam hidup, ceritaku dan ceritamu bisa saja berbeda. Tapi saya berharap kita bisa sama-sama sukses dalam semua proses yang kita lalui dengan baik. (***)