Diduga Menerima Suap Rp275 Juta, Eks Kadis Dishub Bima Dilaporkan ke Polda NTB -->
Cari Berita

Advertisement

Diduga Menerima Suap Rp275 Juta, Eks Kadis Dishub Bima Dilaporkan ke Polda NTB

Senin, 11 Oktober 2021

Penyerahan barang bukti. 

 Indikatorsumbawa.com - Polemik uang Rp275 Juta kian memanas, Drs. Syafruddin Eks Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda NTB atas dugaan tindak pidana suap, Senin (11/10/21).


Laporan tersebut telah diregistrasi berdasarkan Surat Tanda Bukti Laporan Pengaduan Nomor: TBLP/185 IX/2021/Dit Reskrimsus yang diterbitkan pada hari Senin 11 Oktober 2021.


"Alhamdulillah, tadi sudah kita laporkan. Selain itu juga kita lampirkan beberapa bukti petunjuk," kata Furkan selaku pelapor dalam kasus dugaan tindak pidana suap tersebut.


Furkan menjelaskan, bahwa laporan dugaan tindak pidana suap yang disampaikan kepada pihak kepolisian merupakan langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah dan atas perintah undang-undang.


"Sebagai warga negara dan oleh undang-undang, saya diberikan hak dan kewajiban untuk melaporkan dugaan tindak pidana yang telah, sedang atau akan terjadi," paparnya.


"Supaya kasus Rp275 juta itu segera diproses secara hukum, agar tidak menjadi polemik yang tidak berkesudahan ditengah masyarakat. Mari kita percayakan penyelesaian kasus ini kepada pihak kepolisian," lanjutnya.


Lebih lanjut, Furkan berharap kepada pihak kepolisian agar bekerja secara profesional dan objektif laporan yang ia sampaikan. Baginya, bukti petunjuk dalam perkara dugaan tindak pidana suap tersebut sudah cukup untuk ditindaklanjuti.


"Ada pengakuan saksi, ada pengakuan terlapor dan ada berita yang hampir ada di setiap media, saya kira itu petunjuk bagi pihak kepolisian," pungkasnya.


Ditempat yang sama, BRIPDA Putu Aditya Laksamana Putra petugas piket siaga Dit Reskrimsus Polda NTB mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan awal (registrasi) laporan masyarakat.


Setelah itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan piket Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menemukan unsur-unsur tindak pidana dalam laporan tersebut.


"Secepatnya pelapor akan kami kabari untuk dimintai keterangan," katanya kepada pelapor.


Sebelumnya, Drs. Syaruddin juga sudah dilaporkan kepada Kejaksaan Negeri Raba Bima atas dugaan penyalahgunaan Kewenangan oleh LSM Lidik. 


Seperti yang diketahui, kasus dugaan tindak pidana suap Rp275 juta untuk kebutuhan lobi-lobi proyek/program pembuatan 4 unit kapal senilai 4,2 miliar dari pemerintah yang diduga dilakukan oleh Drs. Syafruddin sebagai penerima dan H. Aswad sebagai pemberi suap.


Bahkan, akibat keberadaan kasus tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima, Edy Mukhlis dilaporkan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE kepada Polda NTB atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan ITE.


Ochan/IN