BEM REMA UNSA Gelar Dialog Terbuka Dengan Rektorat Perihal Fasilitas Ormawa -->
Cari Berita

Advertisement

BEM REMA UNSA Gelar Dialog Terbuka Dengan Rektorat Perihal Fasilitas Ormawa

Rabu, 29 Desember 2021

Foto. Dialog terbuka Mahasiswa UNSA bersama Wakil Rektor 3



Indikatorsumbawa.com, Sumbawa - Gerakan Tabayun yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Samawa (BEM REMA UNSA) menggelar dialog Civitas Akademika bersama pihak Rektorat. Acara tersebut dilaksanakan di aula Rektorat Lantai II Kampus Universitas Samawa, Selasa (29/12/2021). 


Dialog dihadiri oleh 30 Mahasiswa yang merupakan perwakilan dari masing-masing organisasi kemahasiswaan intra kampus pada pukul 15.30 hanya bisa berdialog dengan Wakil Rektor 3 saja, menurut informasi dari Menteri Internal BEM REMA UNSA bahwa telah memasukan surat yang jelas untuk mengundang Rektor agar bisa sama-sama mendegar apa yang menjadi hajatan mahasiswa, kemudian juga harapan Wakil Rektor 2  bisa membersamai karena ada beberapa kajian mahasiswa terkait keuangan kampus. 


Mengawali acara, dalam sambutannya Ketua BEM REMA menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh teman-teman BEM merupakan upaya  bersama agar kampus dan mahasiswa sama-sama terjaga. 


"Agar tidak ada pihak yang dirugikan maka langkah tabayun antara semua pihak perlu di dengarkan". Ujar Ryan, sosok Ketua BEM yang sangat bersahaja ini. 


Lanjut Ryan, dalam penyampaiannya apa yang menjadi harapan mahasiswa pada moment ini bisa diserap kemudian kampus dan mahasiswa  bersama-sama saling merangkul untuk membangun kampus apalagi di tengah masifnya persaingan antar kampus di kabupaten sumbawa. 


Acara dilanjutkan dengan   penyampaiannya kajian BEM melalui Menteri Internal dalam pemaparannya menyampaikan sesuai dengan Pasal 63 UU Pendidikan Tinggi dilaksanakan dengan prinsif akuntabilitas, transparansi, nirlaba, penjaminan mutu, efektivitas dan efisisensi. Tujuan mulia ini perlulah di upayakan secara bersama. 


"Jika kita meninjau keadaan Universitas Samawa dan Organisasi Kemahasiswaan apakah sudah ada relevansi keduanya?. Maka tugas daripada semua elemen di internal kampus adalah menjaga eksistensi lembaga dan mahasiswa". Paparnya.


Tambah Zuama, Apalagi di lihat dari pasal 65 ayat (3) UU Pendidikan Tinggi Otonomi Pengelolaan di bidang non akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penetapan norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan : Oranisasi, Keuangan, Kemahasiawaan, Ketenagaan dan Sarana Prasarana.


"Atas dasar hukum inilah adik-adik mahasiswa UNSA menyampaikan aspirasinya dan BEM REMA sebagai fasilitator daripada pertemuan". Terangnya.


Acara kemudian di buka untuk penyampaian pandangan atau aspirasi yang disampaikan oleh 3 orang perwakilan yaitu  oleh Ketua UKM Seni, Ketua DPM UNSA, dan perwakilan dari FKIP menuangkan pokok pikiran secara garis besar diantaranya: Kewajiban kampus dalam mendukung penuh  sarana prasarana dan kegiatan kemahasiswaan agar bisa tetap eksis dan bersaing, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa KIP dibebaskan biaya yudisiumnya berdasarkan amanat Permen Ristekdikti No. 6 Tahun 2019, Transparansi dan keterbukaan kampus soal pembangunan dari Tahun 2020-2021 jika dilihat berdasarkan SPP per semester dan DPP pertahun. 


Menanggapi beberapa pertanyaan atau harapan dari mahasiswa, Warek 3 menjelaskan terkait fasilitas ormawa bahwa kampus juga memiliki pengeluaran yang cukup besar kemudian ada juga mahasiswa yang tidak melaksanakan kewajibannya. 


"Apalagi membahas pembangunan kampus tentu itu tidak bisa dibangun dengan DPP pertahunan karena kampus juga harus memiliki likuiditas untuk berjaga jaga dengan keadaan kampus, tetapi kita harus mengerti juga dengan keadaaan kampus sekarang". Jelasnya


Tambah Dr. Syaf, menjelaskan terkait problematika pembebasan biaya yudisium itu adalah Kebijakan fakultas dan bisa di diskusikan dulu dengan pihak Fakultas masing-masing


"Artinya semua hal yang menjadi otonomi fakultas silahkan dibereskan di fakultas dulu". Ungkapnya. 


Selanjutnya, kemudian terkait dengan data keuangan kemahasiswaan

 "Ya, itu silahkan berdiskusi dengan pihak yang memiliki kewenangan di bidangnya karena saya juga tidak memiliki kewenangan di bidang tersebut".Imbuhnya.


Terakhir BEM sebagai fasilitator yang menginisiasi dialog menyampaikan closing statement.

"Dialog yang baik dan langkah yang tepat Insha Allah semua pihak akan terjaga, sehingga ini bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar tetapi ini adalah langkah tabayun semua pihak untuk membangun UNSA yang lebih baik lagi. Kalau pun jika kajian  mahasiswa terdapat kesalahan itu bisa diluruskan dengan data yang benar". Tutup pengurus BEM. (Adm)