Lembaga Green Bulaeng Minta PT. AMNT Hengkang Dari Bumi Intan Bulaeng, Jangan Tertutup!! -->
Cari Berita

Advertisement

Lembaga Green Bulaeng Minta PT. AMNT Hengkang Dari Bumi Intan Bulaeng, Jangan Tertutup!!

Kamis, 23 Desember 2021

Foto. Poster dari Lembaga Green Bulaeng (dok) 



Indikatorsumbawa.com, Sumbawa - Lembaga Green Bulaeng yang tergabung dalam aliansi masyarakat selatan gelar aksi Di kantor cabang PT. AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) pada hari Selasa 21 Desember sampai Rabu 22 Desember 2021.

Aksi yang di gelar 2 hari tersebut belum ada keputusan dan kepastian resmi dari kedua belah pihak. Dihubungi via WhatsApp Kamis, (23/12/2021). Yosy Larian dalam pemaparannya mengatakan Rapat Dengar Pendapat (RPD) yang pernah di gelar oleh komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu 31/3/2021 beberapa bulan yang lalu undangan tersebut juga tidak di hadiri oleh satupun perwakilan dari PT. AMNT.


"Mereka beralasan karena tidak mendapat persetujuan dari kantor pusat tidak ada satu pun perwakilan yang datang maka dari itu saya berani menilai pihak manajemen PT. AMNT tidak bisa membangun komunikasi yang baik di tengah-tengah masyarakat dan mengedepankan sistem managemen yang tidak transfaran". Paparnya. 


Lanjut Yosy, menjelaskan itu sudah membuktikan bahwa Perusahaan tidak punya komitmen dan itikad yang baik untuk membangun tana intan bulaeng ini.


"Lebih baik hengkang saja, sudah berapa tahun perusahaan tersebut beroperasi di blok elang dodo tapi belum mampu berbuat apa-apa untuk masyarakat lingkar tambang dan masyarakat sumbawa pada umumnya belum bisa mengembangkan apa-apa untuk bumi samawa bagaimana tidak program kerjanya saja tidak jelas baik itu program kerja jangka pendek, menengah dan program kerja jangka panjangnya belum jelas hingga hari ini". Jelasnya


Seharusnya Perusahaan melibatkan tokoh-tokoh lokal di masing-masing kecamatan untuk di tempatkan dalam struktur perusahaan sebagai perwakilan dan jembatan masyarakat untuk menyambung komunikasi dengan pihak manajemen perusahaan karena lebih paham dengan kondisi sosial serta kebutuhan wilayahnya. 


"Ketimbang memasang orang-orang yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu, kami dari Lembaga Green bulaeng meminta dengan tegas kepada managemen AMNT agar memecat  pak Mala syarifudin (Security external), Pak Patowari dan Pak Hendro karena kami masyarakat menganggap mereka tidak becus dalam membangun komunikasi yang baik di tengah-tengah masyarakat". Tegasnya


Tambah Yosy, PT. AMNT Harus mampu mempertanggungjawabkan CSR nya berapa, nominal CSR tersebut per Tahun pada masing-masing kecamatan, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana pengelolaannya dan bagaimana mekanisme penyalurannya itu harus di perjelas. 


"Saya berharap kepada Pemda dan DPRD Kabupaten sumbawa harus berani memanggil dan menekan pihak perusahaan agar tidak terkesan main-main dan fasilitasi kami masyarakat dengan pihak managemen perusahaan yang mampu mengambil keputusan". Ujarnya


Sementara itu Alfin Prasetya menambahkan terkait sikap dari pihak Perusahaan yang sangat menonjolkan kearoganan nya dalam mengahadapi gerakan-gerakan masyarakat dilingkar eksplorasi.


"Dua hari kami menduduki kantor perwakilan di kelurahan brang biji,  tidak ada satupun perwakilan perusahaan yang hadir menemui masa aksi kami dan kami menilai management PT AMNT sangat tertutup, yang mengakibatkan setiap komunikasi positif yang coba kami bangun terpental dengan sistem bola pingpong yang dipraktekkan oleh pihak management". Pungkasnya


Untuk diketahui bahwa warga masyarakat lingkar eksplolari yang diwakili oleh Kec. Lantung,  Kec. Lenangguar,  dan Kec. Orong Telu  melakukan aksi untuk menduduki kantor perwakilan dan melumpuhkan aktivitas perusahaan yang menjadi tupoksi kantor perwakilan sumbawa. (Adm)