Polda NTB Panggil Kades Sangiang dan Direktur BUMDes -->
Cari Berita

Advertisement

Polda NTB Panggil Kades Sangiang dan Direktur BUMDes

Jumat, 31 Desember 2021

Foto. Surat panggilan untuk Kades Sangiang dan Direktur Al-Ikhlas 


Indikatorsumbawa.com - Setelah meminta klarifikasi dan mendengar keterangan pelapor, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB memanggil Kepala Desa Sangiang dan Direktur BUMDes Al-Ikhlas Sangiang, Rabu (29/12/21).


Kepala desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima Arasid, H. Imran, SE dan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Al-Ikhlas Sangiang, Candra Wahyoni, S.Hut dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan uang milik BUMDes Al-Ikhlas Sangiang.


"Diinformasikan bahwa Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB telah menerima laporan atas dugaan terjadinya tindak pidana penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 372 KUHP," tulis Ditreskrimum Polda NTB melalui surat panggilan nomor: B/1357/XII/RES.1.11/2021/Ditreskrimum.


Kades Sangiang dan Direktur BUMDes Al-Ikhlas dipanggil untuk dimintai klarifikasi dan didengar keterangannya oleh penyidik pembantu Subdit III Ditreskrimum Polda NTB.


"Sehubungan dengan rujukan tersebut diatas, dimohon kehadiran saudara," tulis Ditreskrimum dalam surat panggilan tersebut.


Keduanya dipanggil untuk menemui penyidik pembantu di ruang Subdit III Ditreskrimum Polda NTB pada hari Kamis, 30 Desember 2021 pukul 10.00 WIB-Selesai.


Selain Kepala desa Sangiang dan Direktur BUMDes Al-Ikhlas, penyidik juga memanggil M. Din sebagai saksi.


Sementara itu, Abubakar dan Arief Rachmat sebagai terlapor yang tidak memenuhi panggilan pertama juga dipanggil kembali untuk kedua kalinya.


Sebagai informasi, sebelumnya dugaan tindak pidana penggelapan uang milik BUMDes Al-Ikhlas Sangiang yang diduga dilakukan oleh Abubakar Eks Kabid Perhubungan Laut dan Arief Rachmat Kasubag program dan pelaporan Dinas Perhubungan Kabupaten Bima dengan dibantu oleh Kepala desa Sangiang dan salah satu pendamping desa di Kabupaten Bima dilaporkan pada 1 November 2021 lalu. (Dav)