Kasus Dugaan Penggelapan Uang BUMDes Sangiang Meruncing, Polda NTB Periksa Direktur BUMDes -->
Cari Berita

Advertisement

Kasus Dugaan Penggelapan Uang BUMDes Sangiang Meruncing, Polda NTB Periksa Direktur BUMDes

Kamis, 27 Januari 2022

Foto. Direktur BUMDes Al-Ikhlas



Indikatorsumbawa.com - Penanganan kasus dugaan tindak pidana penggelapan uang milik BUMDes Al-Ikhlas Sangiang semakin meruncing, Penyidik Ditreskrimum Polda NTB periksa Direktur BUMDes Al-Ikhlas, Kamis (27/01/22).


Dalam kasus tersebut, Direktur BUMDes Al-Ikhlas Sangiang, Candra Wahyoni, S.Hut diperiksa sebagai saksi. 


"Ya, sebagai saksi," kata AIPDA Sanusi, SH selaku penyidik pembantu Ditreskrimum Polda NTB kepada media ini.


Tidak tanggung-tanggung, Direktur BUMDes Al-Ikhlas diperiksa hampir 3 jam dan harus menjawab berbagai pertanyaan dari penyidik.


"Alhamdulillah, tadi sudah selesai diperiksa dan saya sudah sampaikan semuanya," kata Candra Wahyoni, S.Hut kepada media ini saat ditanya di depan kantor Ditreskrimum Polda NTB.


Dalam pemeriksaan tersebut, Direktur BUMDes Al-Ikhlas mengaku, bahwa pengiriman uang kepada rekening pribadi M. Din tersebut atas permintaan Arief Rachmat dan Abubakar selaku terlapor melalui M. Din dan atas perintahkan Kepala Desa Sangiang.


"Betul, saya yang mengirim uang. Tapi atas perintah pak kades," terangnya.


Selain itu, Direktur BUMDes Al-Ikhlas Sangiang mengaku baru tahu belakangan, ternyata uang yang ia kirim melalui rekening M. Din tersebut tidak pernah masuk ke Kas Dinas Perhubungan, bahkan setelah ditelusuri, ternyata Arief Rachmat dan Abubakar sudah bukan lagi pejabat di Dinas Perhubungan Kabupaten Bima.


"Saya baru mengetahui semua itu 1 bulan setelahnya," paparnya.


"Intinya semua sudah saya sampaikan ke penyidik," lanjutnya.


Sebelumnya penyidik Ditreskrimum Polda NTB sudah memeriksa Furkan selaku pelapor, Arief Rachmat dan Abubakar selaku terlapor dan dua orang saksi lainnya, yaitu kepala desa Sangiang dan M. Din.


Seperti pemberitaan sebelumnya, BUMDes Al-Ikhlas memberikan uang kepada terduga pelaku tindak pidana penggelapan tidak dilakukan secara langsung, namun di transfer melalui rekening tabungan agen Nifah Brilink kepada rekening atas nama M. Din. Transaksi tersebut, dilakukan pada tanggal 2 September 2021 lalu sebanyak 5 kali. (Och)