PMII Sumbawa Menuntut Pemda Jujur Soal MXGP -->
Cari Berita

Advertisement

PMII Sumbawa Menuntut Pemda Jujur Soal MXGP

Kamis, 31 Maret 2022


Foto. Aksi Demonstrasi PC PMII Sumbawa (dok) 


Indikatorsumbawa.com, - Pengurus Cabang Pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) menggelar aksi menyikapi rencana pegelaran MXGP di Kabupaten Sumbawa, pada (28/03/2022).

Aksi demonstrasi yang diikuti sekitar 85 orang ini dilaksanakan dengan mengambil jalur melewati taman genang genis, jam gadang, melewati mapolres sumbawa menuju kantor bupati sumbawa dan berakhir di kantor dprd kabupaten sumbawa.


Dalam orasinya, masa aksi menuntut kejelasan sumber anggaran dalam pelaksanaaan mxgp, menuntut pemerintah terbuka menyampaikan informasi ke pada masyarakat dan mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah dalam pengendalian covid 19 pada saat gelaran mxgp dilaksanakan. 


Ketua umum PMII Sumbawa Rizal menyampaikan pentingnya kesiapan dalam mengawal gelatam MXGP yang merupakan ivent bertaraf internasional. 

"MXGP ini agenda besar, ivent kelas dunia, diikuti oleh pebalap dari berbagai negara, persiapan hatus matang, jangan sampai sampai kita tidak siap", ucapnya


Menurut rizal, pemerintah terkesan menutup-nutupi informasi gelaran mxgp. Terutama yang berkaitan dengan anggaran maupun rencana dan kesiapan daerah. 

Masih menurut rizal, anggaran merupakan hal yang paling menjadi sorotan dalam pelaksanaan agenda tersebut. Ia bersikeras pemerintah harus membuka kepada publik rencana pengganggaran. Iapun dengan tegas menolak pemakaian AbPD sebagai bagian daribpembiayan ivent tersebut. 


"Sampai hari ini anggaran gelaran MXGP belum jelas dari mana sumbernya. Pemerintah terkesan menutup nutupi, seakan tidak ingin masyarakat ini tau persoalan anggaran kegiatan ini, jangan sampai biayanya memberatkan APBD Sambungnya. 


Lebih lanjut rizal menjelaskan, APBD kabupaten sumbawa untuk tahun 2022 sebenarjya dalam kondisi tidak sehat, PAD yang minus, ditambah dengan repokusing anggaran, tidak boleh diberatkan lagi dengan menanggung biaya gelaran mxgp, sebab akan mengorbankan sebagain dari hajad hidup masyarakat sumbawa. 


"Kalau APBD kita yang sudah minus ini ditambahkan beban menanggung biaya mxgp baik sebagian atau keseluruhan, berapapun itu akan sangat berdampak dengan program pembangunan masyarakat yang sudah terprogram dalam APBD sebeluknya" Tegasnya. 

Sementara itu, koordinator umum aksi Andi Muhammad Yusuf menilai pemerintah sangat tidak siap dengan kegiatan mxgp. Pemerintah daerah tidak memiliki konsep dan rencana yang jelas.


"Kami tidak melihat kesiapan pemerintah daerah, banyak hal harus dipersiapkan mulai dari lahan, lintasan, promosi pariwisata atau hal hak lainnya yang sangat penting", tuturnya. 


Aktivis yang juga merupakan sekretaris Umum PMII Sumbawa ini menganggap pemerintah daerah tidak memiliki tawaran pariwisata yang berkelanjutan, selain juga tidak memiliki konsep penagangan dan pengendalian lonjakan covid 19 pada gelaran ivent tersebut. 


"Sangat lucu kita tidak memiliki katalog pariwisata. Bagaimana kemudian kita bisa membangun pariwisata yang berkelanjutan. Belum lagi urusan covid, kita sekarang ppkm level tiga, kisaran 2 bulan lagi waktu untuk mxgp, lonjakan kerumunan tentu akan memungkinkan peningkatan kasus penyakit ini", lanjutnya

Menurutnya, PMII tidak menolak pelaksanaan gelaran MXGP selama tidak merugikan masyarakat kabupaten Sumbawa.


"Mxgp harus memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat, manfaat bagi pariwisata daerah secara berkesinambungan, dan ia, tidak membebankanvpada APBD kabupaten." Tutupnya.  (Cup)